BNI Securities
Pefindo menurunkan peringkat PT BNI Securities (BNIS) untuk performa perusahaan dan obligasi I/2007 senilai Rp 300 miliar dari idBBB+ menjadi idBBB. Penurunan peringkat tersebut merefleksikan pelemahan profitabilitas perusahaan, kapitalisasi perusahaan yang menurun, kondisi pasar modal yang tidak favorable dan kompetisi yang ketat di industri sekuritas.
Sementara peringkat tersebut didukung oleh likuiditas perusahaan yang cukup baik dan dukungan dari PT Bank BNI sebagai pemegang saham. Pada saat yang sama, Pefindo menempatkan seluruh peringkat tersebut dalam CreditWatch dengan implikasi negatif terkait dengan eksposur perusahaan terhadap transaksi repo sejumlah Rp 75 miliar yang akan jatuh tempo dalam waktu dekat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BNIS memperoleh izin untuk melakukan kegiatan perantara perdagangan dan penjaminan efek dari Bapepam LK pada bulan Agustus 1995 dan sebagai manajer pengelola investasi pada bulan Oktober 1995. Pada saat ini, kantor pusat perusahaan berkedudukan di Jakarta dan memiliki 13 cabang di kota-kota besar di Indonesia.
Struktur pemegang saham perusahaan tidak mengalami perubahan sejak didirikan, dimana PT Bank BNI memiliki 99% saham perusahaan dan 1% dimiliki oleh koperasi karyawan BNI Securities. Sampai saat ini, BNIS mencatat total modal disetor sebesar Rp 100 miliar lebih tinggi dibandingkan dengan pada saat pertama kali bediri sebesar Rp 15 miliar. Perusahaan memiliki 172 karyawan untuk melaksanakan kegiatan operasional harian.
Trimegah Securities
Sementara untuk PT Trimegah Securities Tbk (TRIM) baik untuk performa perusahaan dan Obligasi I/2004 dan Obligasi II/2007 yang diterbitkan oleh perusahaan, Pefindo menetapkan kembali peringkat 'idA-' dengan prospek 'Stabil'.
Peringkat tersebut mencerminkan kemampuan perusahaan dalam mempertahankan diri di posisi terdepan di industri sekuritas, dan juga diversifikasi usaha yang baik dengan basis nasabah yang luas. Namun peringkat tersebut dibatasi oleh volatilitas yang tinggi di pasar modal dan juga tingkat persaingan yang semakin ketat.
Masa berlaku rating ini untuk periode 21 November 2008 – 1 Juni 2009 dengan analis Pefindo Hendro Utomo & Julius Teddy.
TRIM didirikan pada bulan Mei 1990 sebagai suatu perusahaan perantara perdagangan efek dengan fokus kepada nasabah ritel. Perusahaan terus mengembangkan usaha brokerage dan pada saat yang sama juga memperluas usahanya dengan memberikan layanan-layanan lainnya.
Saat ini TRIM memberikan jasa pelayanan yang lengkap di bidang Equity Capital Market (ECM), Debt Capital Market (DCM), Investment Banking (IB), dan Asset Management (AM).
Kegiatan operasional perusahaan juga didukung oleh kemampuan teknologi informasi dan riset yang memadai. Sampai saat ini jaringan TRIM yang mencakup satu kantor pusat dan 17 kantor cabang dan kantor perwakilan di 14 kota besar di Indonesia mampu memberikan kemudahan akses kepada para nasabahnya.
Saat ini, perusahaan dimiliki oleh MLPFS S/A Demerara Ltd. (26.51%), Moran Stanley & Co.PLC – Clients Account (23.32%), United Investment Inc. (21.07%), RBC Dexia Investor Services Trust – Clients Account (10.13%), dan masyarakat (total 18.97% dengan kepemilikan masing-masing di bawah 5%). (ir/qom)











































