Rupiah Kuat di Level 11.775/US$

Rupiah Kuat di Level 11.775/US$

- detikFinance
Kamis, 04 Des 2008 17:24 WIB
Rupiah Kuat di Level 11.775/US$
Jakarta - Rupiah menguat signifikan setelah Bank Indonesia mengumumkan penurunan BI Rate 0,25% menjadi 9,25%. BI berharap penurunan BI Rate bisa meningkatkan kepercayaan pasar dan membuat investor kembali memburu portofolio dalam rupiah.

Pada perdagangan valas pukul 17.00 WIB, Kamis (4/12/2008) rupiah menguat 225 poin ke posisi 11.775 per dolar AS. Rupiah hari ini sempat bertahan di 12.050 di awal perdagangan namun kemudian cenderung menguat.
Β  Β 
Deputi Gubernur BI Hartadi Sarwono mengatakan BI Rate memang bisa menjaga kestabilan rupiah jika kondisi ekonomi sedang normal. Namun karena kondisi ekonomi yang tidak normal berapa pun tingginya BI Rate tidak akan bisa menarik dana masuk karena pasar global sedang krisis.

"BI Rate memang bisa menjaga kestabilan nilai tukar pada saat kondisi normal. Tapi kan selisih perbedaan bunga kita masih besar. Tapi kan sekarang tidak normal kondisinya, Anda mau pasang BI Rate 15% tidak bisa menarik dana apalagi krisis ini sudah mulai menjalar ke sektor rill," ujar Hartadi di gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (4/12/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lagi pula, lanjut Hartadi, saat ini dana yang keluar sudah tidak banyak lagi karena sudah banyak yang keluar beberapa waktu lalu. Justru saat ini investasi di SBI sudah ada yang mulai masuk meski jumlahnya kecil Rp 40 miliar. Begitu pula di instrumen saham dimana dana yang keluar sudah cukup banyak pada beberapa waktu kemarin. Meskipun begitu bukan berarti investasi saham bebas dari profit taking karena hal itu masih terlihat meski jumlahnya tidak tajam.

"Yang terus kita perhatikan adalah di SUN, pemilik SUN itu kebanyakan institusional seperti hedge fund mereka sudah pada keluar kemarin, meskipun begitu posisii asing di SUN tidak berubah banyak jumlahnya masih US$ 86 miliar atau sekitar Rp 86 triliun. Jadi fluktuasi di nilai tukar saat ini itu lebih disebabkan oleh adanya deleveraging," katanya.

Dengan penurunan BI Rate ini, BI berharap investor bisa melihat bahwa BI menurunkan tingkat suku bunga. "Dan kita juga akan meyakinkan ke investor bahwa ekonomi kita masih baik.Β  Dengan begitu confidence investor akan kembali dan kita harapkan akan menguatkan nilai tukar kita," katanya. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads