Pada perdagangan valas pukul 17.00 WIB, Kamis (4/12/2008) rupiah menguat 225 poin ke posisi 11.775 per dolar AS. Rupiah hari ini sempat bertahan di 12.050 di awal perdagangan namun kemudian cenderung menguat.
Β Β
Deputi Gubernur BI Hartadi Sarwono mengatakan BI Rate memang bisa menjaga kestabilan rupiah jika kondisi ekonomi sedang normal. Namun karena kondisi ekonomi yang tidak normal berapa pun tingginya BI Rate tidak akan bisa menarik dana masuk karena pasar global sedang krisis.
"BI Rate memang bisa menjaga kestabilan nilai tukar pada saat kondisi normal. Tapi kan selisih perbedaan bunga kita masih besar. Tapi kan sekarang tidak normal kondisinya, Anda mau pasang BI Rate 15% tidak bisa menarik dana apalagi krisis ini sudah mulai menjalar ke sektor rill," ujar Hartadi di gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (4/12/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang terus kita perhatikan adalah di SUN, pemilik SUN itu kebanyakan institusional seperti hedge fund mereka sudah pada keluar kemarin, meskipun begitu posisii asing di SUN tidak berubah banyak jumlahnya masih US$ 86 miliar atau sekitar Rp 86 triliun. Jadi fluktuasi di nilai tukar saat ini itu lebih disebabkan oleh adanya deleveraging," katanya.
Dengan penurunan BI Rate ini, BI berharap investor bisa melihat bahwa BI menurunkan tingkat suku bunga. "Dan kita juga akan meyakinkan ke investor bahwa ekonomi kita masih baik.Β Dengan begitu confidence investor akan kembali dan kita harapkan akan menguatkan nilai tukar kita," katanya. (ir/qom)











































