Demikian hal tersebut disampaikan oleh Wakil Direktur Utama BTN Evi Firmansyah usai acara pemberian bea siswa di Menara BTN, Jalan Hayam Wuruk, Jakarta, Kamis (4/12/2008).
"Rencana IPO tetap enggak berubah ya, mungkin di semester kedua 2009, triwulan IV. Keputusan pemegang saham tidak berubah, diusahakan 2009 harus bisa IPO," katanya.
Menurutnya, bank plat merah tersebut sudah memiliki nama-nama calon penjamin emisi atau underwriter. "Nominee sudah ada, tapi waktu pelaksanaan beauty contest-nya masih belum," ujarnya.
Dalam aksi korporasi tersebut, perseroan mentargetkan perolehan dana sebesar Rp 1,5 triliun dengan melepas 30-35 persen kepemilikan sahamnya.
Ia mengatakan, perseroan juga telah menyiapkan opsi cadangan jika IPO tidak bisa terlaksana karena satu dan dua hal.
"Untuk meningkatkan ekuiti dan car kita bisa lewat swapdebt atau convertible bond, bisa aja seperti itu. Kalau IPO ternyata tidak mungkin, pertama kali kita ambil opsi swapdebt dulu," jelasnya.
Opsi lain yang akan diambil BUMN tersebut adalah menerbitkan obligasi. Namun Ia mengatakan, pihaknya baru akan membahas rencana penerbitan obligasi tersebut di kuartal II tahun depan. (ang/qom)











































