Investor Amankan Saham di Libur Hari Kurban

Investor Amankan Saham di Libur Hari Kurban

- detikFinance
Jumat, 05 Des 2008 07:35 WIB
Investor Amankan Saham di Libur Hari Kurban
Jakarta - Libur Hari Raya Kurban pada Senin pekan depan membuat pelaku pasar bersiap-siap untuk mengamankan portofolio sahamnya. Pelaku pasar akan menghindari aksi beli sebagai langkah jaga-jaga jika pasar global memburuk selama libur ini.

Saham-saham perbankan, otomotif dan properti yang sensitif terhadap suku bunga diprediksi masih akan merespons sentimen penurunan suku bunga BI Rate 0,25% menjadi 9,25%.

Namun peluang terjadi profit taking terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan Jumat (5/12/2008) cukup besar terutama dipicu faktor eksternal karena bursa utama dunia di Wall Street melemah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara bursa Asia pada pembukaan Jumat pagi ini hanya menguat tipis di tengah tekanan penurunan saham di Wall Street. Indeks KOSPI Korea naik 1,1% atau 10,94 poin menjadi 1.017,48, Nikkei naik tipis 0,64% atau 50,81 poin menjadi 7.975,05.

Di Wall Street pada penutupan perdagangan Kamis waktu AS (4/12/2008), indeks Dow Jones Industrial Averaga ditutup merosot 215,45 poin (2,51%) ke level 8.376,24. Indeks Standard & Poor's turun 25,52 poin (2,93%) ke level 845,22 dan Nasdaq menguat 46,82 poin (3,14%) ke level 1.445,56.

Harga minyak mentah dunia yang terus turun ke level terendah dalam 4 tahun terakhir di level US$ 43 per barel membuat saham-saham sektor energi di Wall Street melemah.

Sementara pada penutupan perdagangan saham Kamis (4/12/2008) IHSG menguat 12,798 poin (1,07%) menjadi 1.205,324.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities

Indeks akhirnya  menguat 12 poin  menjadi 1.205 didukung sektor perbankan seiring turunnya BI rate 25 bps menjadi 9,25%. Ekspektasi  laju inflasi 2009 sebesar 6,5-7,5% bakal menjadi katalis penguatan sektor yang sensitif terhadap suku bunga seperti perbankan, otomotif, semen dan properti. Pergerakan  indeks diperkirakan dalam kisaran terbatas karena menghadapi libur panjang diposisi  1.190-1.220 dengan pilihan saham: BMRI, UNTR, PTBA, dan LSIP.  eTrading Securities Harga minyak masih terus tertekan menyentuh level $43/barrel atau terkoreksi 70% dari puncaknya. Semalam, Dow bergerak tidak pasti dan tergelincir di jam-jam akhir perdagangan. Investor pesimis dengan data penganguran yang akan di keluarkan hari jumat ini lebih parah dari perkiraan, Dow -2,5% menjadi 8,376. Sampai 10M08 PHK sudah mencapai 1,2 juta karyawan di Amerika atau membuat persentase penganguran menjadi 6,5% tertinggi sejak 14 tahun terakhir. Ekonom memprediksikan rate akan meningkat menjadi 6,8% atau berarti ada tambahan sekitar 320.000 pekerja yang akan di PHK kedepannya.

Di Bursa Indonesian kemarin, Indek mengakhiri sesi yang tidak pasti dengan kenaikan 1% menjadi 1.205. dengan turnover yang relative kecil Rp 1,1 triliun. Selama sepekan ini IHSG even dengan 2 hari kenaikan dan 2 hari penurunan. Sementara, Saham yang paling menglegarkan bursa yaitu BUMI, kemarin berhasil mengakhiri perdagangan dengan kenaikan 5% menjadi Rp 810. Rencana penerbitan MTN untuk buyback akhirnya di halang BEI. Tidak ada kebolehan untuk mengambil utang demi tujuan buyback utar BEI, buyback hanya boleh di lakukan dengan kas internal perusahaan sendiri.

Diregional rata-rata mix, Nikkei -0,1% dan STI +0,8%. Keputusan BI untuk menurunkan suku bunga 25bps menjadi 9,25% membawa sentiment positif ke pasar. Saham-saham financial rata-rata naik dan interest-sensitive plays juga ikut bergerak naik. Saham komoditas semakin terancam, apabila harga minyak terus berada di level saat ini. Alternative untuk beralih ke energy pengganti lain seperti Biodiesel, Coal atau pun Gas akan berkurang. Karena ekonomis minyak semakin terjangkau. Untuk Range Indek, di perkirakan akan berkisar antara 1.180 – 1.220.  (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads