Pada penutupan perdagangan saham Jumat (5/12/2008) IHSG turun 2,982 poin (0,25%) menjadi 1.202,342. Perdagangan saham hari ini relatif sepi yang mencatat transaksi sebanyak 29.475 kali, dengan volume 1,403 miliar unit saham, senilai Rp 1,012 triliun.
Berikut review IHSG oleh eTrading Securities:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun keputusan ECB (European Central Bank) memangkas suku bunganya sebesar 75 bps menjadi 2,5% akan memberi sentiment positif terhadap pasar modal di Eropa. Sementara dari perdagangan forex, pada pukul 16.29 rupiah ditutup di level Rp11.750/US$.
IHSG ditutup di level 1.202 (-0,24%) dengan trading value hanya Rp1 trilliun. Kurangnya likuiditas telah menyeret trading value IHSG dalam empat hari terakhir dengan average Rp1 trilliun.
Pergerakan indeks sangat fluktuatif pada perdagangan hari ini, pada sesi pertama sempat menembus zona hijau, namun pada sesi kedua indeks kembali tertekan di zona merah.
Sektor infrastruktur dan aneka industri merupakan dua sektor yang ditutup menguat pada perdagangan hari ini. Sektor perbankan yang diramalkan akan menguat hari ini kembali tertekan mengikuti pergerakan indeks karena adanya profit taking dan dominannya dana asing di struktur perbankan Indonesia seperti BBRI (-1,44%) dan BDMN (-5,5%), namun BBCA ditutup menguat 1,81% karena kempemilikannya mayoritas domestik .
Saham ASII ditutup menguat di level Rp9.150 setelah sempat terkoreksi 150 poin kemarin. Hal ini dipicu oleh keluarnya data penjualan mobil nasional pada 11M08 yang naik 43,94% YoY serta investor yang menganggap harga saham sudah undervalue (berada di titik terendah dalam sepekan terakhir).
(qom/qom)











































