Rupiah Mulai Redam Tekanan

Rupiah Mulai Redam Tekanan

- detikFinance
Sabtu, 06 Des 2008 10:54 WIB
Rupiah Mulai Redam Tekanan
Jakarta - Larangan pembelian valuta asing (valas) sebesar US$100 ribu tanpa underlying transaction dinilai pengamat pasar uang Farial Anwar efektif untuk meredam aksi spekulan. Menurutnya tekanan rupiah sudah mulai mereda setelah BI mengeluarkan aturan ini.

"Rupiah sudah mulai bergerak tidak seseram dulu setelah PBI (Peraturan Bank Indonesia) yang mengatur underlying transaction untuk membeli valas dikeluarkan," ujar Farial dalam pelatihan wartawan bertema Instrumen Moneter BI dan Pasar Valuta Asing di Hotel Grand Preanger Bandung, Jumat (5/12).Β Β  Β 

Farial menjelaskan diirinya optimis rupiah sudah tidak mulai lagi terjerembab, apalagi pada penutupan hari ini sudah mencapai Rp 11.630-an/US$. "Sebelum aturan pembatasan pembelian valas ini dikeluarkan, saya pernah mikir rupiah bisa Rp 15.000/US$ karena supply dan demand tidak seimbang. Tapi dengan aturan ini saya optimis," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meskipun sepanjang tahun BI konsisten menaikkan suku bunga, namun keputusan BI di akhir tahun yang menurunkan suku bunga disambut positif oleh pasar.Β  "Penurunan BI Rate sebesar 25 bps meskipun tidak seagresif yang lain bisa meredakan pelemahan rupiah, tapi diharapkan ke depannya BI bisa lebih agresif menurunkan suku bunga," paparnya.

Selain itu, mengenai larangan pembelian valas untuk produk derivatif dual currency yang dikeluarkan BI menurutnya juga menahan laju spekulasi nilai tukar rupiah. (dnl/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads