"Sebelumnya, kegiatan usaha perseroan hanya mencakup tiga divisi yaitu housing & land development, healthcare dan hospitality & infrastructure," kata Presiden Direktur LPKR Eddy Handoko dalam siaran persnya, Minggu (7/12/2008).
Saat ini, divisi usaha perseroan telah bertambah menjadi 6 divisi, meliputi urban development, large scale integrated development, retail malls, healthcare, hotels & hospitality, dan property portofolio management. Menurut Eddy, pengembangan kegiatan usaha ini dilakukan karena dalam beberapa tahun terakhir cakupan layanan Lippo Karawaci tidak sekadar perusahaan property, namun telah merambah ke jasa kesehatan, hotel hingga pengelolaan pusat perbelanjaan (lease mall).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Proyek Tanjung Bunga ditargetkan tidak hanya akan mengubah pasar properti Makassar, tapi juga potensi pasar di Indonesia bagian timur," katanya.
Divisi usaha yang diklasifikasikan dalam large scale integrated development adalah proyek Kemang Village senilai US$ 1,1 miliar dan St Moritz Penthouses & Residences di Jakarta Barat senilai US$ 1,2 miliar. Kedua proyek ini ditargetkan selesai dalam lima hingga tujuh tahun mendatang.
"Untuk divisi ini kami targetkan mengembangkan satu atau dua proyek sejenis setiap tahun," katanya.
Untuk divisi usaha retail mal Lippo Karawaci membidik segmen menengah atas yang memfokuskan kota lapis kedua terbesar di Indonesia. Divisi usaha healthcare, perseroan menargetkan menambah sejumlah rumah sakit baru di seluruh Indonesia ke dalam portofolio pengelolaannya.
"Kami telah menjalin kerjasama dengan institusi internasional di Australia, Singapura, Jepang serta Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan," katanya.
Untuk divisi usaha hotel dan hospitality, Lippo Karawaci segera mengembangkan beberapa hotel antara lain The Aryaduta Hotel & Residences City of Tomorrow, The Aryaduta Resort Hotel Kemang Village dan The Aryaduta Hotel & Convention Center St Moritz. (dro/dro)











































