Rupiah Terdepresiasi 19,37%

Hingga 8 Desember

Rupiah Terdepresiasi 19,37%

- detikFinance
Selasa, 09 Des 2008 11:25 WIB
Rupiah Terdepresiasi 19,37%
Jakarta - Sampai 8 Desember 2008 mata uang rupiah telah terdepresiasi sebesar 19,37 persen. Pelemahan rupiah disebabkan karena adanya tekanan dari aliran modal global dan melemahnya ekspor.

Hal ini dikatakan oleh Gubernur BI Boediono dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (9/12/2008).

"Tekanan terhadap aliran modal global dan pelemahan ekspor memberikan tekanan pada semua mata uang, termasuk rupiah terdepresiasi 19,37% selama 2008 ini. Kemarin rupiah berada di Rp 11.650/US$, dan hari ini ada penguatan sedikit Rp 11.300/US$," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Boediono mengatakan rupiah bukanlah mata uang terburuk meskipun terdepresiasi sampai 19,37%. "Depresiasi rupiah tidak yang terburuk kalau dibandingkan dengan mata uang lain, gonjang-ganjing terjadi pada semua mata uang," jelasnya.

Dalam rapat tersebut, Boediono mengatakan kondisi ketatnya likuiditas akibat krisis global akan terjadi selama 6 bulan sampai 1 tahun ke depan. Sementara dampak resesi dunia akan terjadi selama 2 tahun ke depan. "Setelah itu baru akan mulai recovery," imbuhnya.

Boediono mengatakan di 2008 pertumbuhan ekonomi akan bertumbuh cukup memadai yaitu sebesar 6,1%.

(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads