Hal ini dikatakan oleh Gubernur BI Boediono dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (9/12/2008).
"Tekanan terhadap aliran modal global dan pelemahan ekspor memberikan tekanan pada semua mata uang, termasuk rupiah terdepresiasi 19,37% selama 2008 ini. Kemarin rupiah berada di Rp 11.650/US$, dan hari ini ada penguatan sedikit Rp 11.300/US$," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam rapat tersebut, Boediono mengatakan kondisi ketatnya likuiditas akibat krisis global akan terjadi selama 6 bulan sampai 1 tahun ke depan. Sementara dampak resesi dunia akan terjadi selama 2 tahun ke depan. "Setelah itu baru akan mulai recovery," imbuhnya.
Boediono mengatakan di 2008 pertumbuhan ekonomi akan bertumbuh cukup memadai yaitu sebesar 6,1%.
(dnl/qom)










































