Waspadai Ancaman Profit Taking IHSG

Waspadai Ancaman Profit Taking IHSG

- detikFinance
Rabu, 10 Des 2008 07:58 WIB
Waspadai Ancaman Profit Taking IHSG
Jakarta - Kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa kemarin (9/12/2008) bakal diwaspadai pelaku pasar. Investor sudah maklum ancaman profit taking selalu mengintai setelah kenaikan yang tajam.

Namun masih banyak pelaku pasar yang mengantisipasi window dressing sehingga ada peluang IHSG bertahan di jalur positif pada perdagangan saham, Rabu (10/12/2008).

IHSG juga akan mengikuti gerak bursa regional yang pagi ini dibuka menguat tipis seperti KOSPI naik 0,6% atau naik 6,6 poin menjadi 1.112,44 dan Nikkei naik 0,24% atau 19,87 poin menjadi 8.376.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara saham di Wall Street yang sempat menguat selama 2 hari terakhir terhenti oleh keluarnya peringatan penurunan laba dari sejumlah perusahaan.

Saham-saham sektor transportasi mengalami penurunan tajam setelah FedEx memperingatkan bahwa laba tahun 2009 kemungkinan akan menurun akibat pelemahan ekonomi global. Saham FedEx tercatat turun hingga 14,5%. Sektor transportasi di Dow Jones tercatat turun hingga 5%.

Pada perdagangan Rabu (9/12/2008), indeks Dow Jones ditutup melemah hingga 242,85 poin (2,72%) ke level 8.691,33. Indeks Standard & Poor's 500 juga turun 21,03 poin (2,31%) ke level 888,67 dan Nasdaq turun 24,40 poin (1,55%) ke level 1.547,34.

Pada penutupan perdagangan saham Selasa kemarin (9/12/2008) IHSG naik tajam 63,774 poin (5,3%) menjadi 1.266,116.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Panin Sekuritas

IHSG bergerak menguat +5.30% pada perdagangan kemarin mengikuti gerak bursa regional yang dalam 2 hari berturut-turut naik besar. Selain itu, menguat tajamnya nilai tukar rupiah juga turun menjadi katalis positif bagi pergerakan indeks. Hari ini kami perkirakan IHSG berpeluang untuk menguat meskipun dalam range yang relatif terbatas, seiring dengan ancaman profit taking terhadap saham yang telah naik tajam. Kisaran support-resistance 1.240-1.300.

Optima Securities

Indeks menguat tajam 63 poin (5,3%) menjadi 1.266 merespons kenaikan yang terjadi di bursa luar negeri. Transaksi terlihat mengalami peningkatan demikian juga dengan nilai tukar rupiah menguat makin menambah confidence investor. Dari MA (5) dan (10) membuat pola golden cross memberi peluang indeks reversal namun Fast Stochastic mulai masuk area overbought. Indeks diperkirakan masih menguat dilevel 1.220-1.300 dengan pilihan saham: SMCB, TINS, ASII, UNTR dan ELTY.

eTrading Securities

Bursa Indonesia pada perdagangan pertamanya sejak libur panjang pekan lalu dibuka menguat signifikan, memfaktorkan sentimen penguatan bursa US dan Asia pada saat libur. Indeks berhasil menguat 63 poin (5,3%) atau kenaikan terbesar dalam 1 bulan terakhir ke level 1266,1 dengan investor asing membukukan Net Buy mencapai Rp325 miliar. Trading value sendiri kembali pulih dengan mencapai Rp 2,2 triliun setelah sempat mencapai rata-rata hanya Rp1,3 triliun pada pekan kemarin. Investor terlihat masih memburu saham-saham banking seiring sentimen positif dari penurunan BI Rate pekan lalu dan ekspektasi BI Rate dalam trend menurun pada 2009 nanti.

Sementara bursa US sendiri mengakhiri rally-nya selama dua hari berturut-turut setelah investor melakukan profit taking dan membawa bursa US melemah rata-rata 2%. Investor kembali mengantisipasi penurunan kinerja beberapa perusahaan besar di 2009 dan menunggu langkah konkret dari Presiden Barack Obama untuk merealisasikan program penciptaan tenaga kerjanya. Sentimen ini dimanfaatkan investor untuk melakukan profit taking dari pasar saham dan mengalihkan portfolionya ke Treasury Bills, terlihat dari melonjaknya permintaan pada lelang Treasury kemarin hingga Yieldnya
mencapai 0%. Indeks Dow Jones terkoreksi -2,7% dan Nasdaq -1,5%.

Bursa Asia sendiri pada perdagangan hari ini masih dibuka menguat tipis mengabaikan sentimen profit taking dari bursa US. Nikkei dibuka +0,5%, KOSPI +0,5% sedangkan STI terkoreksi -1%. Harga minyak dunia kemarin kembali ditutup terkoreksi ke level US$ 42,07 meski OPEC berencana akan memotong produksinya pada akhir bulan ini.

Bursa Indonesia pada perdagangan hari ini diperkirakan akan ikut terkena aksi profit taking dari investor seiring dengan bursa US dan beberapa bursa regional. Minimnya sentimen positif memberi alasan bagi investor untuk melakukan profit taking pada beberapa saham blue-chip yang kemarin telah menguat lebih dari 10% seperti TLKM, PTBA, ITMG, BMRI, BBRI dan PGAS. Rentang pergerakan indeks akan berkisar antara 1230 - 1281.
(ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads