"Perkiraan sementara, kerugian kami sekitar Rp 250 miliar," ungkap Gunawan, salah seorang investor reksa dana Antaboga kepada detikFinance di Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (10/12/2008).
Gunawan merupakan investor produk reksa dana tanpa izin Antaboga yang sekaligus menjadi koordinator swadaya investor Antaboga yang dirugikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk nasabah Century yang membeli produk Antaboga di wilayah Kelapa Gading saja, nilainya mencapai Rp 100 miliar. Total nasabah yang saya koordinir jumlahnya bisa sekitar Rp 250 miliar. Jumlahnya masih bisa lebih besar jika masih banyak nasabah yang belum melapor. Ini kan seperti puncak gunung es," jelasnya.
Meski sudah melakukaan koordinasi dengan manajemen Bank Century melalui Kelompok Asistensi Investor Antaboga (fasilitas yang dibentuk Century dalam menangani masalah Antaboga), Gunawan mewakili nasabah lainnya masih merasa ada yang tidak beres dengan peredaran produk tanpa izin tersebut.
"Kami tetap mempertanyakan bagaimana nasib dana-dana kami. Kami tetap dianggap ditipu oleh Bank Century, bukan tertipu lho ya. Maknanya berbeda," ujar Gunawan.
Gunawan menjelaskan bahwa tetap ada kemungkinan Bank Century terlibat secara lembaga dengan pemasaran produk Antaboga.
"Dulu, tiap satu bulan atau tiap tiga bulan, tergantung nasabah masing-masing beli produk yang mana, bunga investasi selalu dibayarkan melalui Bank Century. Namun sejak diambil alih LPS dan dinyatakan bahwa produk tersebut bukan produk Bank Century, bunga pernah dibayarkan lagi," jelas Gunawan.
Atas alasan tersebut, Gunawan mengatakan bahwa nasabah-nasabah yang bergerak bersamanya tetap merasa resah dengan tidak jelasnya nasib dana-dana mereka.
"Kami akan pantau terus perkembangan masalah ini. Kami mengharapkan masalah ini bisa diselesaikan bersama-sama," ujar Gunawan.
Manajemen Century pun mengatakan akan mencari jalan yang terbaik mengatasi masalah ini.
"Untuk itulah dibentuk Kelompok Asistensi Investor Antaboga. Untuk bersama-sama dibahas mengenai masalah ini dengan nasabah," jelas Corporate Secretary Bank Century, Deddy Triyana di kantornya. (dro/ir)











































