Penguatan IHSG mulai tertahan karena gerak bursa saham Asia pagi ini juga mulai terkoreksi. Indeks KOSPI terkoreksi 0,81 poin ke posisi 1.145,06 dan Nikkei turun tipis 0,21% atau 17,98 poin menjadi 8.642,26.
Mulai terbatasnya gerak bursa regional ini mengikuti Wall Street yang sedang menunggu kabar persetujuan bailout sektor otomotif. Pada penutupan perdagangan Rabu waktu AS (10/12/2008), indeks Dow Jones ditutup menguat tipis 70,09 poin (0,81%) ke level 8.761,42. Indeks Standard & Poor's 500 juga naik tipis 10,57 poin (1,19%) ke level 899,24 dan Nasdaq hanya menguat 18,14 poin (1,17%) ke level 1.565,48.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan saham Rabu kemarin (10/12/2008) IHSG melejit 49,779 poin (3,93%) menjadi 1.315,895.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Optima Securities
Indeks kembali rally 3,9% menembus level psikologis 1.290 menjadi 1.315 level tertinggi selama Desember dipicu bursa regional seperti Hang Seng naik 5,5% dan Nikkei 3,2%. Peluang penguatan indeks masih berlanjut dengan target berikutnya pada posisi 1.410 yang bertepatan dengan Fibbo 38,2% . Pergerakan harian diperkirakan berada pada level 1.290-1.360 dengan pilihan saham: BUMI, TINS, ELTY, UNSP, SMCB, dan HEXA.
Panin Sekuritas
Pada perdagangan kemarin IHSG kembali bergerak menguat didorong oleh menguatnya bursa regional serta saham pertambangan. Melonjaknya bursa Asia didorong oleh antisipasi disetujuinya rencana bailout US$ 15 miliar bagi industri otomotif di AS. Secara teknikal, crossing pada MA5 dan MA20 mengindikasikan peluang berlanjutnya bullish untuk jangka pendek. Hanya saja perlu diperhatikan beberapa indikator menunjukkan
ruang untuk naik sudah menyempit. Kisaran support-resistance 1.280-1.340.
eTrading Securities
Bursa Indonesia pada perdagangan kemarin berhasil menembus level psikologis 1.300 dengan penguatan signifikan selama 2 hari berturut-turut ditopang oleh sektor banking dan komoditas. Indeks berhasil kembali ditutup menguat 49,7 poin (3,9%) di level 1.315,8 atau telah naik 15,2% dari titik terendahnya. Positifnya sentimen domestik dari pemangkasan BI rate, ditambah dengan sentimen dari bursa global yang menguat dan reboundnya harga komoditas membuat investor kembali percaya diri masuk ke bursa, terlihat dari tingginya trading value selama 2 hari ini.
Bursa US sendiri pada perdagangan semalam berhasil kembali menguat setelah sebelumnya terkena aksi profit taking oleh investor. Perdagangan bursa US sendiri sangat volatile kemarin dan sempat menyentuh teritori negatif sebelum akhirnya rebound pada akhir sesi. Sentimen negatif dari penolakan anggota partai Republik terhadap dana bail-out bagi industri otomotif terhapus oleh sentimen positif reboundnya harga-harga komoditas seiring naiknya harga minyak ke level US$43,5/barrel. Dow Jones ditutup +0,8%, Nasdaq +1,1% dan S&P500 +1,1%.
Sementara bursa Asia dibuka mixed pada perdagangan hari ini terkait aksi profit taking yang dilakukan investor setelah penguatan selama 4 hari berturut-turut pada bursa Asia. Hongkong dan China berpeluang kembali menurunkan suku bunganya. Nikkei -0,8%, STI -0,7%, KOSPI +1,3%.
Bursa Indonesia secara teknikal telah memasuki area jenuh beli dan sangat rawan terhadap aksi profit taking dari investor. Beberapa saham unggulan yang telah menguat lebih dari 15% seperti PGAS, PTBA, ITMG, BBRI, BMRI dan ASII berpeluang kuat untuk terkoreksi pada hari ini seiring minimnya sentimen positif baru baik dari domestik maupun global. Indeks akan bergerak mixed to lower dengan rentang pergerakan di kisaran level 1280 - 1330.
(ir/ir)











































