Review IHSG: Digoda Profit Taking

Review IHSG: Digoda Profit Taking

- detikFinance
Kamis, 11 Des 2008 17:09 WIB
Review IHSG: Digoda Profit Taking
Jakarta - IHSG masih mampu mencetak penguatan, meski sempat digoda profit taking menjelang akhir perdagangan. Transaksi saham sangat aktif mencapai Rp 3 triliun lebih.

Pada penutupan perdagangan saham Kamis (11/12/2008) IHSG menguat tipis 0,799 poin (0,06%) menjadi 1.316,694. Perdagangan saham hari ini mencatat transaksi sebanyak 98.170 kali, dengan volume 5,672 miliar unit saham, senilai Rp 3,678Β  triliun.

Berikut review IHSG oleh eTrading Securities:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bursa Indonesia berhasil ditutup menguat tipis menjelang akhir sesi. Mayoritas BursaΒ  Asia ditutup melemah dipicu aksi profit taking oleh para investor, walaupun DPR AS akhirnya sepakat untuk membail out sektor otomotif AS senilai US$ 14 milliar melalui voting 237-170.

Masih dari AS, perdagangan Dow future ditutup melemah 51 poin seiring pernyataan Goldman Sachs yang memangkas estimasi pertumbuhan ekonomi Cina sebesar 1,5% ke 6% untuk tahun 2009.

IHSG kembali melanjutkan rallynya dalam tiga hari berturut-turut dan ditutup di level 1.316,694 dengan trading value mencapai Rp 3,6 trilliun dan volume 5,6 milliar lot, terbanyak sejak bulan November. Pergerakan indeks yang fluktuatif memicu para trader berspekulasi selama intraday.

Indeks sendiri stabil di zona positif selama sesi pertama, namun pada sesi kedua pergerakannya cenderung move to lower seiring aksi profit taking yang dilakukan para investor bahkan sempat berada di zona merah setengah jam sebelum penutupan, walaupun pada menit-menit akhir berhasil ditutup menguat tipis.

Sektor agri kembali menjadi leading mover (+3,12%) di samping sektor mining(+1,22%), aneka industri (+1,49%), finance (+1,68%), dan trade (+ 2,77%). Naiknya sektor agri ini tak lepas dari kontribusi AALI yang ditutup menguat ke level Rp 9.800 (+6,52%) seiring meningkatnya produksi CPO AALI pada 11M08 sebesar 8,3% YoY menjadi 900.212 ton.

Sementara dari BUMI, saham yang paling likuid setanah air kembali ditutup menguat ke level Rp1.000 (+7,52%). Untuk tahun 2009, BUMI tengah membidik lima tambang batubara baik di lokal maupun luar negeri. Namun perseroan belum mau mengungkapkan besaran dana ekspansi tersebut.


(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads