Kendati House of Representatives atau DPR AS telah memberikan persetujuan, namun jalan untuk penyelamatan bagi sektor otomotif dinilai masih panjang.
Melorotnya harga saham-saham terutama terjadi di sesi-sesi akhir. Namun sepanjang perdagangan, investor terus digempur dengan kabar-kabar negatif terutama dari proyeksi korporasi dan juga angka pengangguran AS yang mencapai titik tertinggi dalam 26 tahun terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini seperti mengulangi pernyataan tentang bagaimana sulitnya pasar dan bagaimana perekonomian yang riil terkena dampak dari kejatuhan pasar finansial," ujar Giri Cherukuri, kepala pialang OakBrook Investment mengomentari pernyataan Dimon.
"Ini merupakan kelanjutan berita yang menunjukkan bahwa realitas di dunia belum berubah. Di dunia luar sana masih sangat ketat," jelas Cherukuri seperti dikutip dari Reuters, Jumat (12/12/2008).
Pada perdagangan Kamis (11/12/2008), indeks Dow Jones ditutup merosot 196,33 poin (2,24%) ke level 8.565,09. Indeks Standard & Poor's 500 turun 25,65 poin (2,85%) ke level 873,59 dan Nasdaq turun 57,60 poin (3,68%) ke level 1.507,88.
Saham-saham sektor otomotif masih terpukul, General Motors anjlok 10,4%, Ford merosot 10,8%. Investor masih merasa khawatir adanya potensi kebangkrutan dari 'Big Three' dan berdampak pada perekonomian AS keseluruhan.
Sementara saham sektor energi menguat tajam setelah harga minyak melonjak hingga 4,46 dolar ke level US$ 47,98 untuk jenis light. Saham Chevron naik 1,3%.
Perdagangan cukup moderat di New York Stock Exchange yang mencapai 1,47 miliar, sementara di Nasdaq mencapai 2,05 miliar. (qom/qom)











































