Investor akan melepas saham-saham yang dinilai telah mengalami kenaikan tinggi untuk sekedar merealisasikan keuntungan dalam perdagangan Jumat (12/12/2008). Sejumlah saham dinilai sudah dalam posisi jenuh beli sehingga sudah waktunya mengalami koreksi.
IHSG juga akan memantau pergerakan rupiah dan bursa saham regional. Pada Jumat pagi ini indeks saham KOSPI Korea melemah 2,2% atau 25,77 poin menjadi 1.128,66 dan Nikkei turun 121,43 poin (1,39%) menjadi 8.599,12.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Kamis waktu AS (11/12/2008), indeks Dow Jones ditutup merosot 196,33 poin (2,24%) ke level 8.565,09. Indeks Standard & Poor's 500 turun 25,65 poin (2,85%) ke level 873,59 dan Nasdaq turun 57,60 poin (3,68%) ke level 1.507,88.
Sedangkan pada penutupan perdagangan saham Kamis kemarin (11/12/2008) IHSG menguat tipis 0,799 poin (0,06%) menjadi 1.316,694.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Panin Sekuritas
IHSG kemarin bergerak sangat fluktuatif sebelum akhirnya ditutup naik tipis +0.06% pada 1.316,694. Setelah mencatat kenaikan cukup signifikan pada sesi awal perdagangan, investor mulai melakukan profit taking pada sesi 2 menyusul pergerakan bursa regional melemah. Secara teknikal terlihat rally pendek IHSG kemungkinan akan berakhir. Beberapa indikator teknikal memang menunjukkan IHSG mulai memasuki area
overbought kemarin. Pergerakan pasar hari ini kami lihat akan dipengaruhi oleh pergerakan bursa regional. Kisaran support-resistance 1.280-1.330.
Optima Securities
Indeks setelah dua hari rally hanya menguat tipis di posisi 1.316 mengisyaratkan koreksi yang normal karena investor mulai profit taking. Transaksi perdagangan terus membaik sebagai pertanda investor masih stay di pasar. Indeks terbuka untuk koreksi karena mulai masuk area overbought di level 1.290-1.350 dengan pilihan saham: ANTM, BUMI, HEXA, MEDC, dan ISAT.
eTrading Securities
Bursa Indonesia kemarin berhasil mempertahankan rallynya selama 3 hari berturut-turut meski terkena hantaman profit taking yang cukup kuat menjelang penutupan perdagangan. Indeks berhasil ditutup menguat tipis 0,8 poin (0,06%) ke level 1316,6 dengan pergerakan yang cukup volatile di sesi kedua. Rally masih terjadi pada sesi pertama diikuti dengan aksi profit taking yang terjadi di sesi kedua dan bahkan sempat membawa indeks ke teritori negatif sebelum akhirnya menguat di menit-menit akhir perdagangan.Trading value kembali tinggi seiring aktifnya investor untuk kembali masuk ke bursa meski masih dalam jangka pendek.
Sementara bursa US pada perdagangan semalam kembali terkoreksi signifikan pada akhir perdagangan seiring kembali tertundanya persetujuan bailout US$14 miliar bagi industri otomotif US. Senat US belum menyetujui rencana bail-out tersebut dan tidak ada keputusan hingga saat ini meski Kongres US telah menyetujui rencana tersebut. Sentimen negatif ini dimanfaatkan investor untuk melakukan profit taking pada akhir sesi perdagangan US. Dow Jones ditutup -2,2%, S&P500 -2,8% dan Nasdaq -3,6%.
Harga minyak dunia kemarin melambung 10% ke level US$47,9/barrel mengantisipasi adanya pemotongan produksi yang signifikan dari OPEC pada pertemuan pekan depan.Bursa Asia pada perdagangan hari ini dibuka melemah signifikan memfaktorkan sentimen negatif dari tertundanya persetujuan bail-out industri otomotif di US. Nikkei -3%, KOSPI -2%, SSEC -2,2%, STI -1,3% dan AORD -1,5%.
Bursa Indonesia sendiri nampaknya hari ini akan mengakhiri rallynya selama 3 hari berturut-turut seiring minimnya sentimen positif dan posisi indeks yang sebenarnya telah jenuh beli akan memberi alasan bagi investor untuk melakukan profit taking. Sektor energy related akan sedikit menerima sentimen positif dari melonjaknya harga minyak dunia semalam, sementara sektor Banking, Mining dan Infrastruktur diperkirakan akan terkena dampak terparah koreksi hari ini. Indeks akan kembali mencoba support psikologis di 1300 dengan rentang pergerakan indeks di kisaran 1280 - 1340.
(ir/ir)











































