Pada perdagangan Jumat (12/12/2008), indeks Dow Jones ditutup menguat 64,59 poin (0,75%) ke level 8.629,68. Nasdaq menguat hingga 32,84 poin (2,64%) ke level 1.1540,72 dan indeks Standard & Poor's 500 menguat 6,14 poin (0,70%) ke level 879,73.
Bursa saham dibuka sempat melemah setelah Senat resmi menolak bailout US$ 14 miliar untuk tiga produsen otomotif besar AS yakni Ford, General Motors (GM) dan Chrysler atau dikenal dengan 'Big Three'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harapan terakhir para produsen otomotif adalah di Gedung Putih. Tanpa bantuan pemerintah, maka para produsen itu akan dipaksa untuk melikuidasi aset-asetnya. Ini akan menjadi skenario terburuk bagi negara, dan memperluas apa yang kita perkirakan sebagai resesi terburuk sejak tahun 1930," jelas Sean Maher dari Economy.com seperti dikutip dari AFP, Sabtu (13/12/2008).
Sementara saham-saham teknologi juga mencatat penguatan, sehingga membuat kenaikan indeks Nasdaq cukup signifikan dan melampaui Dow Jones dan S&P 500. Investor mengabaikan data yang mengecewakan dari sektor teknologi, seperti Texas Instrumen.
Perdagangan sangat tipis dengan transaksi hanya 1,44 miliar lembar saham, sementara di Nasdaq juga hanya 1,90 miliar.
(qom/qom)











































