Bayan Dapat Kontrak dari Leighton US$ 3,1 Miliar

Bayan Dapat Kontrak dari Leighton US$ 3,1 Miliar

- detikFinance
Senin, 15 Des 2008 10:52 WIB
Bayan Dapat Kontrak dari Leighton US$ 3,1 Miliar
Jakarta - Perusahaan tambang batubara, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) kembali mendapat kontrak besar untuk Kontrak Kerjasama Pertambangan (KKP). Kali ini Bayan mendapat kontrak senilai US$ 3,1 miliar PT Leighton Contractors Indonesia.

Sebelumnya, pada Oktober 2008, Bayan telah menandatangani kontrak penambangan dengan Thiess Contractors Indonesia senilai US$ 800 juta

Kontrak itu didapat melalui salah satu anak perusahaannya PT Wahana Baratama Mining (WBM) yang melakukan penandatanganan Amendment kedua Kontrak Kerjasama Pertambangan (KKP) dengan Leighton.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

KKP itu untuk perpanjangan dan memperluas ruang lingkup pekerjaan dari kontrak sebelumnya tertanggal 3 Agustus 2007 dengan meningkatkan nilai kontrak sampai kurang-lebih sebesar US$ 3,1 miliar termasuk pekerjaan yang sudah dilaksanakan sampai hari ini.

Amamandemen kedua kontrak ini meliputi pekerjaan pertambangan batubara, overburden removal dan pengangkutan batubara dari lokasi pertambangan ke fasilitas intermediate crushing milik WBM. Produksi batubara akan mencapai puncaknya maksimum kurang-lebih 9 juta ton pertahun dan jangka waktu kontrak ini sudah diperpanjang dari 6 tahun menjadi 10 tahun.

"Walaupun pada awal pekerjaan pertambangan Wahana ini memiliki sedikit kesulitan, kami dapat mengatasinya dengan komitmen dan profesionalime kerja yang diberikan oleh Leighton. Dengan terjalinnya hubungan kerja yang baik dan aman selama ini akan memberikan nilai positif terhadap semua kegitan-kegiatan dimasa depan dan pertumbuhan produksi," kata Presiden Direktur Bayan Eddie Chin dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Senin (15/12/2008).

Grup Bayan kini memang semakin mengukuhkan posisinya, pemilik Bayan, Low Tuck Kwong yang sukses melakukan go public atas perusahaannya PT Bayan Resources Tbk kini masuk jajaran 40 orang terkaya Indonesia versi Majalah Forbes Asia. Low ditaksir memiliki kekayaan US$ 214 juta. Low sendiri menjabat direktur utama di Bayan Resources yang menguasai mayoritas saham di perusahaan itu.

(ir/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads