Sebelumnya, pada Oktober 2008, Bayan telah menandatangani kontrak penambangan dengan Thiess Contractors Indonesia senilai US$ 800 juta
Kontrak itu didapat melalui salah satu anak perusahaannya PT Wahana Baratama Mining (WBM) yang melakukan penandatanganan Amendment kedua Kontrak Kerjasama Pertambangan (KKP) dengan Leighton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amamandemen kedua kontrak ini meliputi pekerjaan pertambangan batubara, overburden removal dan pengangkutan batubara dari lokasi pertambangan ke fasilitas intermediate crushing milik WBM. Produksi batubara akan mencapai puncaknya maksimum kurang-lebih 9 juta ton pertahun dan jangka waktu kontrak ini sudah diperpanjang dari 6 tahun menjadi 10 tahun.
"Walaupun pada awal pekerjaan pertambangan Wahana ini memiliki sedikit kesulitan, kami dapat mengatasinya dengan komitmen dan profesionalime kerja yang diberikan oleh Leighton. Dengan terjalinnya hubungan kerja yang baik dan aman selama ini akan memberikan nilai positif terhadap semua kegitan-kegiatan dimasa depan dan pertumbuhan produksi," kata Presiden Direktur Bayan Eddie Chin dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Senin (15/12/2008).
Grup Bayan kini memang semakin mengukuhkan posisinya, pemilik Bayan, Low Tuck Kwong yang sukses melakukan go public atas perusahaannya PT Bayan Resources Tbk kini masuk jajaran 40 orang terkaya Indonesia versi Majalah Forbes Asia. Low ditaksir memiliki kekayaan US$ 214 juta. Low sendiri menjabat direktur utama di Bayan Resources yang menguasai mayoritas saham di perusahaan itu.
(ir/qom)











































