BI: Rupiah Tidak di Bawah

BI: Rupiah Tidak di Bawah

- detikFinance
Senin, 15 Des 2008 14:50 WIB
BI: Rupiah Tidak di Bawah
Jakarta - Pergerakan rupiah yang cenderung tertekan sejak Oktober lalu tidak sendirian karena hampir semua mata uang regional ikut melemah. Jika dibandingkan mata uang regional rupiah tidak berada di bawah alias terlalu anjlok tapi ada di tengah-tengah.

"Rupiah year to date tidak lagi seperti yang kita bayangkan, semua currency regional kecuali China dan kalau tidak salah tolong dicek, dolar Hong Kong semua mengalami depresiasi. Rupiah tidak sendiri dan rupiah juga tidak di bawah. Dia di tengah, sama dengan karakter yang dihadapi currency regional, jadi ini tema global," kata Deputi Gubernur BI Budi Mulya.

Hal itu diungkapkan Budi, disela-sela rapat dengan Komisi XI DPR, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (15/12/2008). Budi menegaskan, BI tetap komitmen menjaga stabilitas rupiah, baik saat ini, sebelumnya atau ke depan agar mata uang lokal ini tidak terlalu berfluktuasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BI juga sudah paham dengan siklus korposari yang memerlukan valas. "Sehari-hari kita juga sudah mengetahui siklus dan kebiasaan para pihak yang membutuhkan valas. Kita melihat tentu ada pemintaan yang genuine, tapi pencermatan pasar BI kan butuh lengkap, makanya kita menjaga betul supaya rupiah tidak berfluktuasi tanpa terkendali," jelas Budi.

Mengenai dampak penurunan premium dan solar terhadap pergerakan rupiah, menurut Budi yang pasti penurunan harga itu akan berdampak pada pengurangan tekanan terhadap inflasi.

"Ada first round effect namanya dari penurunan harga BBM. Yang biasanya diikuti second round dari penurunan harga itu mudah-mudah memberikan suatu penguranan tekanan terhadap inflasi. Yang pasti first round effect juga akan terasa kalau second round effect kita lihat seberapa jauh dampaknya terhadap sektor angkutan," katanya.

Untuk target inflasi hingga akhir tahun ini menurut Budi tetap di kisaran 11,5%-12,5% namun angka itu belum memperhitungkan dampak penurunan harga BBM.

"Lagi kita hitung, lagian kan tinggal dua minggu lagi, kalau penurunan yang sebelumnya sudah kita perhitungkan akan ada di batas bawah dari 11,5%-12,5%. Tapi kita belum memperhitungkan penurunan kemarin. Sedangkan untuk BI Rate kita lihat awal tahun depan," katanya. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads