Pada penutupan perdagangan saham Senin (15/12/2008) IHSG menguat 96,310 poin (7,63%) menjadi 1.359,278. Perdagangan saham hari ini mencatat transaksi sebanyak 63.286 kali, dengan volume 2,368 miliar unit saham, senilai Rp 2,3 triliun.
Berikut review IHSG oleh eTrading Securities:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenaikan tajam indeks dipicu oleh sentimen positif kebijakan mendadak pemerintah yang memutuskan penurunan harga BBM dan solar menjadi masing-masing Rp 5.000/ltr dan Rp 4.800/ltr sejak tadi malam atau berselang hanya 14 hari sejak penurunan pertama Rp 500/ltr menjadi Rp 5.500/ltr pada 1 Desember 2008.
Investor berharap penurunan harga BBM dapat kembali menggairahkan kondisi perekonomian yang sedang lesu dari sisi kebijakan fiskal selain kebijakan moneter dengan telah menurunkan BI rate menjadi 9,25% sehingga investor melihat tekanan inflasi akan mereda di 2009.
Keyakinan investor untuk mulai mengoleksi hampir semua saham juga diperkuat oleh faktor positifnya bursa regional yang rata-rata ditutup naik, Hang Seng (+1,96%), Straits Times (+1,98%), Nikkei (+5,21%) serta naiknya beberapa harga komoditas Minyak (+0,97%, uS$446,73), Emas (0,98%, US$828,5), Gas (+1,51%, 5,57%).
Naiknya beberapa harga komoditas terkait pelemahan dollar terhadap hampir semua mata uang dunia setelah bailout US$14 miliar gagal disetujui Senat AS akibat tidak tercapainya kesepakatan penurunan gaji oleh serikat pegawai GM, Chrysler, Ford untuk disamakan dengan gaji pekerja mobil Jepang.
Aksi window dressing juga menjadi salah satu faktor penyebab kenaikan market hari ini oleh karena itu investor masih harus berhati-hati terhadap potensi profit taking.
Beberapa saham yang mengalami auto rejection ke atas: ANTM Rp 1.200 (+20%), BMRI Rp 2.160 (+18,35%), BBRI Rp 4.275 (+16,32%), PGAS Rp 2.325 (+16,25%), sedang saham BUMI hari ini naik 8% ke Rp 980 dengan level tertinggi dan terendah masing-masing Rp 1.010 dan Rp 950.
(qom/qom)











































