Investor masih menggunakan sentimen penurunan harga BBM untuk memburu saham-saham bagus. Pembelian saham ini juga masih dalam rangka mempercantik portofolionya di akhir tahun alias window dressing.
Alhasil, pada perdagangan saham Selasa (16/12/2008) IHSG diprediksi masih akan bertahan di jalur positif. Namun perlu diwaspadai koreksi bursa Asia pagi ini karena aksi ambil untung terbatas. Indeks KOSPI Korea turun 0,8% atau 9,51 poin menjadi 1.148,68 dan Nikkei turun 56,26 poin (0,65%) menjadi 8.608,4.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasar juga memilih tiarap dulu menunggu hasil rapat the Fed yang akan memotong suku bunga pada Selasa waktu AS dari posisi saat ini 1%. Indeks Dow Jones turun 65,15 poin (0,75%) menjadi 8.564,53, Nasdaq turun 32,38 poin (2,10%) menjadi 1.508,34 dan Standard and Poor's 500 turun 11,16 poin (1,27%) ke posisi 868,57.
Sementara pada penutupan perdagangan saham Senin kemarin (15/12/2008) IHSG menguat 96,310 poin (7,63%) menjadi 1.359,278.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Optima Securities
Indeks menguat tajam 96 poin atau 7% ke posisi 1.359 di dukung bursa Asia serta sentimen positif penurunan BBM yang bisa mengendurkan inflasi. Indeks berhasil break level tertinggi sebelumnya sehingga berpeluang menuju 1.410. Aksi window dressing diperkirakan terus berlangsung sehingga indeks kembali menguat di kisaran 1.310 -1.370 dengan pilihan saham: LSIP, SMCB, UNSP, BUMI dan TINS.
Panin Sekuritas
Penurunan harga BBM menjadi pendorong naiknya IHSG dalam perdagangan kemarin. Langkah pemerintah tersebut diharapkan akan menurunkan tingkat inflasi sekaligus mendorong perekonomian ditengah krisis finansial global. Turunnya harga BBM sekaligus membuka peluang diturunkannya kembali BI Rate. Disisi lain, pasar juga masih menanti langkah pemerintah AS dalam menyelamatkan industri otomotif, selain itu pertemuan The Fed pekan ini juga masih menjadi fokus investor. Secara teknikal, IHSG kami perkirakan akan menguji level FR 23.6% pada 1.387. Sementara saham perbankan terlihat masih cukup menarik untuk trading jangka pendek.
eTrading Securities
Bursa Indonesia kemarin mengawali perdagangan pekan ini dengan gemilang dan mencetak rekor penguatan terbesar sejak 3 bulan terakhir dan membawa indeks kembali berada di atas level psikologis 1300. Penurunan harga BBM yang diluar dugaan dilakukan oleh pemerintah dan naiknya bursa Global pada perdagangan kemarin seiring harapan baru diselamatkannya industri otomotif US, membuat investor sangat percaya diri untuk
kembali mengkoleksi saham-saham blue chip berfundamental kuat seperti PTBA, ASII, PGAS, BBRI, BMRI dan TLKM. Indeks berhasil naik signifikan 96,3 poin (7,6%) ke level 1359,2 dengan trading value mencapai Rp 2,3 triliun.
Sementara bursa US pada perdagangan kemarin gagal mengikuti rally pada bursa Asia setelah ditutup terkoreksi tipis seiring minimnya sentimen positif baru yang masuk ke bursa. Investor lebih banyak memfaktorkan sentimen dari turunnya data Manufakturing bulan November dan potensi 3 bank investasi di US, JP Morgan, Morgan Stanley dan Goldman Sachs kembali membukukan kerugian pada kuartal 3 ini. Dow terkoreksi tipis -0,8%, Nasdaq -2,1% dan S&P500 -1,2%. Hal ini mengakibatkan koreksi juga terjadi pada pembukaan perdagangan di bursa-bursa Asia pagi ini. Nikkei -2%,
KOSPI -1,1%, STI -1% dan AORD -1,5%.
Bursa Indonesia pada perdagangan hari ini juga memiliki potensi terkoreksi setelah penguatan signifikan pada perdagangan kemarin. Sentimen koreksi pada bursa US dan bursa regional akan turut membawa investor melakukan profit taking pada beberapa saham yang kemarin telah menguat signifikan. Kami memperkirakan indeks akan bergerak mixed to lower dengan rentang pergerakan indeks di kisaran level 1320 - 1370. (ir/ir)











































