"Masih nego, kita sih maunya segitu (Rp 450 miliar). Tapi tergantung nanti," ujar Presiden Direktur BTEL, Anindya Bakrie usai RUPSLB di Wisma Bakrie 2, Jl Rasuna Said, Jakarta, Selasa (16/12/2008).
Saat ini BTEL sedang melakukan negosiasi penjualan 543 menara telekomunikasi dengan PT Solusi Tunas Pratama, PT Tower Bersama, PT Protelindo, PT Retower, PT Padi Mekatel dan PT Powertel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam RUPSLB yang baru saja digelar, pemegang saham menyetujui agenda penjualan menara telekomunikasi. Pengumuman penawar paling tinggi rencananya dilakukan pada 9 Januari 2009.
"Pengumuman pemenang bidder pada 20 Januari 2009," ujar Anindya.
Dana penjualan menara akan digunakan untuk pengembangan kinerja perseroan yang akan dimasukkan dalam anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan tahun depan.
"Capex tahun depan US$ 200 juta," ujar Anindya. (dro/ir)











































