"Untuk danai capex 2009, kami akan kucurkan US$ 50 juta dari Huawei," ujar Direktur Keuangan BTEL, Jastiro Abi usai RUPSLB di Wisma Bakrie 2, Jl Rasuna Said, Jakarta, Selasa (16/12/2008).
Huawei merupakan vendor financing rekanan BTEL. Tahun 2008 ini, perseroan telah memperoleh komitmen kucuran US$ 150 juta selama 3 tahun hingga 2010 dari Huawei.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, BTEL sedang melakukan negosiasi penjualan 543 menara telekomunikasi (tanpa BTS) dengan 6 investor lokal. Target dana perolehan sebesar Rp 380,22 miliar.
Namun, Presiden Direktur BTEL Anindya Bakrie mengatakan, perolehan penjualan menara akan tergantung hasil negosiasi.
"Masih nego, kita sih maunya segitu (Rp 450 miliar). Tapi tergantung nanti. Bisa lebih tinggi," ujar Anindya.
Dana penjualan menara rencananya juga akan digunakan untuk mendanai capex 2009 yang sebesar US$ 200 juta.
"Komposisinya, US$ 129 juta dana sisa rights issue, US$ 50 juta kucuran dari Huawei dan kas internal yang didalamnya termasuk dana hasil penjualan menara. Kalau hasil penjualan menara bisa lebih dari target, kucuran Huawei akan kita kurangi, mungkin US$ 40 juta, mungkin US$ 30 juta, tergantung nanti," jelas Abi. (dro/ir)











































