IHSG Sambut Euforia Bunga Fed Nol

IHSG Sambut Euforia Bunga Fed Nol

- detikFinance
Rabu, 17 Des 2008 08:30 WIB
IHSG Sambut Euforia Bunga Fed Nol
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal terkena euforia penurunan bunga the Fed yang kini di kisaran 0-0,25%. IHSG juga akan mengikuti gerak bursa saham Asia seperti Jepang dan Korea yang pagi ini dibuka menguat.

Indeks Nikkei-225 naik 1,74% atau 149,33 poin menjadi 8.717,35 dan KOSPI Korea naik 2,5% atau 28,53 poin menjadi 1.190,09. Bursa saham Asia mengikuti gairah Wall Street yang terkejut dengan penurunan bunga the Fed.

Federal Reserve berkomitmen untuk mendorong kembalinya pertumbuhan ekonomi AS yang berkesinambungan dan menjaga stabilitas harga. The Fed menilai dengan kondisi ekonomi yang sedang melemah maka akan mempertahankan suku bunga rendah dalam beberapa waktu mendatang.

Pada penutupan perdagangan saham Selasa waktu AS (16/12/2008) indeks Dow Jones langsung meroket 362,32 poin (4,23%) menjadi 8.926,85, Nasdaq ikut meroket hingga 81,55 poin (5,41%) menjadi 1.589,89 dan Standard & Poor's 500 naik 44,69 poin (5,15%) menjadi 913,26.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alhasil, pada perdagangan saham Rabu (17/12/2008) IHSG akan lebih banyak mengekor pergerakan bursa regional. Investor akan kembali memilih saham-saham unggulan untuk koleksi portofolionya.

Saham-saham sektor bank, infrastruktur dan tambang akan menjadi motor penggerak IHSG. Sementara pada penutupan perdagangan saham Selasa kemarin (16/12/2008) IHSG turun 16,442 poin (1,21%) menjadi 1.342,836.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Panin Sekuritas

IHSG kemarin ditutup melemah -1.21% menyusul turunnya bursa regional sehingga mendorong investor melakukan profit taking. Selain itu, anjloknya harga komoditas juga menyebabkan tekanan jual terhadap saham pertambangan dan perkebunan. Pergerakan indeks regional hari ini akan dipengaruhi oleh langkah The Fed, yang diperkirakan akan menurunkan kembali Fed Rate sebesar 50 bps. Faktor lain yang akan mempengaruhi
pasar adalah sidang OPEC terkait pemotongan produksi minyak kartel tersebut. Hari ini kami perkirakan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Kisaran support-resistance 1.325-1.370.

Optima Securities

Indeks mengalami koreksi yang sehat sebesar 16 poin (1,2%) menjadi 1.342 didorong oleh profit taking menunggu perkembangan bailout di Amerika. Pergerakan bursa selanjutnya ditentukan dari hasil The Fed Meeting yang diharapkan memotong suku bunga guna menstimulus perekonomian. Pergerakan indeks dikisaran 1.330-1.370 dengan pilihan saham: SMGR, ANTM, BBRI, LSIP, dan BMRI.

eTrading Securities

Bursa Indonesia pada perdagangan kemarin terkoreksi seiring aksi profit taking dari para investor setelah pada awal pekan menguat signifikan. Indeks melemah 1,2% ke level 1342,8 dengan koreksi pada beberapa saham blue chip yang telah naik signifikan seperti PGAS, PTBA, TLKM, ASII, dan BUMI. Trading value yang relatif tipis juga menjelaskan koreksi kemarin hanya profit taking dan potensi penguatan indeks masih tetap berlanjut.

Bank Sentral US kemarin kembali mengejutkan pasar dengan melakukan langkah ekstrim menurunkan suku bunga pinjaman antarbank ke level terendah sepanjang masa dengan kisaran 0%-0.25%. Langkah ini dilakukan The Fed untuk melakukan stimulus perekonomian secara maksimal dan dilanjutkan dengan langkah selanjutnya membeli surat-surat hutang bermasalah untuk menyuntikkan likuiditas ke sektor finansial.

Langkah ini direspons positif oleh pelaku pasar dan membawa bursa US melonjak pada akhir sesi perdagangan kemarin. Indeks Dow Jones naik +4,2%, S&P500 +5,1% dan Nasdaq +5,4%. Sentimen positif dari bursa US ini juga diserap oleh mayoritas bursa Asia yang pada perdagangan hari ini dibuka naik meski tidak setinggi kenaikan bursa US seiring sentimen pelemahan US$ pada berbagai mata uang dunia lainnya khususnya Euro
dan Yen. Nikkei +1,5%, KOSPI +1,3%, STI +1,4%, dan AORD +1%.

Bursa Indonesia sendiri nampaknya akan bergerak seiring dengan bursa Global yang menguat hari ini. Minimnya sentimen domestik baru akan membuat bursa US sepenuhnya memfaktorkan sentimen dari bursa Global. Sektor mining, banking dan infrastruktur diperkirakan akan outperform pada perdagangan hari ini seiring investor akan kembali memburu saham-saham blue chip berfundamental kuat. Pergerakan indeks hari ini akan
berada pada kisaran 1325 - 1370. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads