Medco Cari Pinjaman Multilateral

Medco Cari Pinjaman Multilateral

- detikFinance
Rabu, 17 Des 2008 08:44 WIB
Medco Cari Pinjaman Multilateral
Jakarta - PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mencari pinjaman dari lembaga-lembaga keuangan multilateral. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi terhadap sulitnya likuiditas perbankan lantaran krisis ekonomi global.

"Medco mencari pinjaman dari lembaga multilateral seperti JBIC, ADB dan bank-bank lain untuk membiayai proyek-proyek yang membutuhkan dana besar," ujar Direktur Keuangan MEDC, Cyril Noerhadi dalam materi paparan publik di Bursa Efek
Indonesia, Jakarta, Rabu (17/12/2008).

Langkah tersebut dinilai sejalan dengan kebijakan pemerintah yang meminta BUMN mencari pembiayaan dari lembaga multilateral setelah kredit dari perbankan swasta di luar negeri semakin sulit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, MEDC juga akan mencari mitra yang memiliki kekuatan di bidang teknologi dan keuangan. "Kami juga akan menegosiasi ulang beberapa kontrak dengan para supplier," kata Cyril.

Menurut Cyril, dalam lima tahun mendatang, Medco membutuhkan 1,7 miliar dolar AS untuk pengembangan berbagai proyek minyak, gas, dan pembangkut listrik. Medco mempunyai tambahan ekuitas dari penjualan saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) ke PT Mitra Rajasa Tbk (MIRA) menambah sebesar US$ 234,62 juta dan mengurangi kewajiban senilai US$ 190 juta.

Medco juga berencana menjual 25% kepemilikan di blok Tuban SC di Jawa Timur ke PT Pertamina E&P Persero senilai US$ 42 juta atau setara US$ 6,6 per ekuivalen barel minyak (BOE) dari cadangan migas blok itu.

"Kedua penjualan ini menambah ekuitas Medco sebesar US$ 248,62 juta," kata Cyril.

Saat ini Medco mempunyai enam proyek utama yaitu pabrik bio ethanol dan lima proyek migas. Pabrik bio ethanol di Lampung diharapkan mulai produksi Januari 2009 dan diperkirakan bisa menghasilkan 50.000 kilo liter per tahun.

Dalam proyek ini Medco menanamkan investasi US$ 46 juta untuk membangun pabrik pengolah dan menyiapkan petani yang menanam 13.500 hektar lahan singkong di Lampung.

Proyek migas perseroan lainnya, seperti proyek Singa-Lematang di Sumatera Utara diharapkan mulai produksi Juni 2009 serta dengan target gas 50 juta kaki kubik per hari (MMscfd). Blok A di Nangroe Aceh Darussalam ditargetkan mulai produksi pada 2011 dengan kapasitas 120 MMscfd.

"Saat ini masih menunggu izin perpanjangan kontrak PSC dari pemerintah," kata Cyril.

Sementara blok 47 di Libya akan mulai berproduksi pada 2011 dan mengasilkan minyak 50 ribu barel minyak per hari. Tahun 2012 dimulai pengapalan LNG dari proyek Senoro dengan kapasitas 250 MMscfd), produksi blok minyak Rimau (64 juta barel), dan proyek pembangkit listrik geothermal Sarulla dengan kapasitas 3x120 mega watt.

Sementara itu, hingga 15 Desember 2008 Medco telah melakukan pembelian kembali saham (buy back) sampai 4,5% dari jumlah saham beredar dengan nilai US$ 47 juta. Medco berencana melakukan buy back sampai 10% saham dengan dana disiapkan sampai US$ 100 juta.

Menurut Cyril, total saham Medco yang berada dalam treasury kini berjumlah 11,25% atau setara dengan 374,168 juta lembar. Dengan nilai saham Medco saat ini, nilai treasury stock sekitar Rp 725,88 miliar.

(dro/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads