Sementara peringkat untuk Obligasi I FREN Tahun 2007 sebesar Rp 675 miliar masih ditetapkan pada 'idCCC' dalam 'Creditwatch' dengan Implikasi Negatif.
Penurunan peringkat disebabkan oleh kegagalan perusahaan untuk melakukan percepatan pembayaran atas guaranteed senior notes sebesar US$ 100 juta pada tanggal 16 Desember 2008. Sedangkan untuk obligasi rupiah, perusahaan telah membayar bunga pada tanggal 15 Desember 2008.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Peringkat akan menjadi 'Default' bila perusahaan gagal memenuhinya," kata analis Pefindo Niken Indriarsih & Vonny Widjaja dalam siaran pers, Rabu (17/12/2008). Masa berlaku rating ini selama periode16 Desember 2008 – 16 Maret 2009.
Pihak FREN sendiri akhirnya melakukan perpanjangan negosiasi dengan para pemegang obligasi dalam waktu yang belum dapat ditentukan. Perseroan memiliki kewajiban melunasi alias membeli balik obligasi senilai US$ 100 juta yang diterbitkan tahun lalu lantaran telah terjadi penurunan jumlah saham PT Global Mediacom Tbk (BMTR) selaku induk usaha FREN.
Pada triwulan III-2008, BMTR telah melepas 32% sahamnya di FREN pada Jerash Invesments Ltd asal Dubai. Dalam klausul perjanjian disebutkan dalam periode obligasi 2007-2013, jumlah saham BMTR tidak boleh kurang dari 51%. Jika terjadi penurunan saham BMTR, maka manajemen FREN wajib membeli balik obligasi dolar AS tersebut.
Akibat pelepasan saham BMTR di FREN pada Jerash, yang menyebabkan jumlah saham BMTR berada di bawah 51%, maka DB Trustee sebagai pihak yang menangani obligasi tersebut bagi para pemegang obligasi dolar AS FREN memberikan tenggat waktu selama 14 hari kerja sejak 26 November 2008 atau paling lambat tanggal 16 Desember ini.
Namun, sebagaimana dikatakan Head of Corporate Communication FREN Yolanda Nainggolan, perseroan tidak memiliki dana melunasi obligasi tersebut. Oleh karena itu, perseroan melakukan negosiasi dengan pemegang obligasi untuk mencari solusinya.
(ir/qom)











































