Besarnya obligasi korporasi yang akan diterbitkan di 2009 ini adalah karena banyak perusahaan menunda penerbitan obligasi di tahun 2008 akibat kondisi pasar yang belum kondusif dan seretnya pembiayaan perbankan di tengah ketatnya likuiditas.
Hal ini dikatakan oleh Direktur Utama Pefindo Kahlil Rowter dalam jumpa pers di kantornya, Kuningan, Jakarta, Rabu (17/12/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kahlil mengatakan jumlah obligasi korporasi senilai Rp 10 triliun tersebut, bentuknya rupiah, di luar rencana emisi obligasi PLN yang senilai Rp 1,5 triliun.
"Itu perusahaannya macam-macam, ada bank, finance company ataupun dari sektor riil, karena bank seret mereka beralih ke obligasi," ujarnya.
Menurut Rowter kesempatan pembiayaan lewat obligasi masih cukup menjanjikan, karena permintaan akan instrumen ini masih cukup besar di saat investor sedang "kapok" investasi di saham.
"Dari teman-teman dana pensiun mengatakan mereka sangat terpukul terhadap saham, tapi di SUN dan obligasi korporasi mereka masih percaya karena penurunan harganya tidak separah saham," pungkasnya. (dnl/ir)










































