Produksi Minyak dan Gas Medco 2009 Turun Hingga 10%

Produksi Minyak dan Gas Medco 2009 Turun Hingga 10%

- detikFinance
Rabu, 17 Des 2008 16:57 WIB
Produksi Minyak dan Gas Medco 2009 Turun Hingga 10%
Jakarta - Produksi minyak dan gas PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) diproyeksikan akan turun sekitar 5-10 persen pada 2009. Penurunan terjadi karena ada divestasi dua blok perseroan di Tuban dan Tarakan Kalimantan Timur.

"Selain itu, sumur-sumur Medco rata-rata sudah tua dan tidak berproduksi secara maksimal," kata Direktur Keuangan Medco Cyril usai Public Expose di Graha Niaga, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (17/12/2008).

Dua blok yang sudah didivestasi oleh perseroan antara lain saham PT Medco E&P Tuban yang memiliki 25 persen kepemilikan (participating interest/PI) Blok Tuban kepada PT Pertamina. Satu lagi sahamnya di Blok PSC Simenggaris, Tarakan Kalimantan Timur sebesar 21 persen kepada Salamander Energy (Simenggaris) Ltd .

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia memperkirakan, produksi minyak dan gas perseroan baru akan mulai pulih di sekitar tahun 2011 pada saat sebagian dari tujuh proyek kunci perseroan sudah mulai beroperasi.

Tujuh proyek kunci tersebut antara lain Bioethanol di Lampung yang beroperasi 2008, Blok Singa di Lematang tahun 2009, Block A di Aceh tahun
2011, Blok 47 di Libya tahun 2011, Blok Rimau tahun 2011, Blok Senoro di Toili akhir tahun 2012 dan Sarulla Geothermal di tahun 2012.

Cadangan Libya


Faktor lain yang membantu peningkatan produksi perseroan di tahun 2011 antara lain hasil eksplorasi di Blok 47 Libya yang berhasil mendapat cadangan gas sebesar 350 juta barel.

"Hasil eksplorasi di Libya 90 persen berhasil dari 14 sumur yang ada. Kita bisa punya reserve sampai 350 juta barel," ujar Presiden Direktur Medco Darmoyo Doyoatmodjo di tempat yang sama.

Ia mengatakan, perseroan akan lebih gencar mencari cadangan minyak dan gas di luar negeri. Pasalnya, cadangan minyak dan gas di dalam negeri tingkat keberhasilan cadangan terukurnya hanya berkisar 10-15 persen saja.

MEDC, melalui anak perusahaannya International Ventures Limited (MIV), sejak 2005 telah melakukan eksplorasi di Blok 47 Verenex Energy Inc selaku operator pengeboran yang menjadi mitra kerja MIV telah melakukan pengeboran sumur eksplorasi di Libya tersebut. (ang/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads