Pada penutupan perdagangan saham Rabu (17/12/2008) IHSG menguat 21,148 poin (1,57%) menjadi 1.363,984. Perdagangan saham hari ini mencatat transaksi sebanyak 60.748 kali, dengan volume 2,615 miliar unit saham, senilai Rp 2,358 triliun.
Berikut review IHSG oleh eTrading Securities:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menguatnya bursa asia ini dipicu oleh kebijakan The Fed yang memangkas suku bungaΒ US sebesar 100 bps menjadi 0-0,25% (terendah sepanjang masa). Kebijakan ini dipercaya investor dapat merangsang perekonomian negara tersebut.
Pemangkasan suku bunga ini juga menyebabkan sejumlah mata uang asing terapresiasi terhadap dollar seperti rupiah yang diperdangkan di level Rp10.978/USD pada pukul 16.00 WIB dan Yen sempat menyentuh Yen 88,24/USD, terendah sejak Agustus 1995. Melemahnya nilai dollar dan hasil keputusan OPEC yang sepakat memangkas produksi minyak sebesar 2 juta bph (sejak 1 Januari 2009) mampu mengangkat harga minyak ke level US$44,69/barrel.
IHSG hari ini ditutup menguat 21 poin ke level 1.363,9 dengan trading value mencapai Rp2,3 trilliun di mana sektor mining dan perdagangan merupakan sektor-sektor yang menahan kenaikan indeks hari ini.
Dari BUMI (-4,21%), dana buyback akan berasal dari kas internal sedangkan perolehan dana dari MTN akan digunakan untuk mengembangkan Herald Resources dan proyek non batubara lainnya.
Dalam perdagangan hari ini terpantau 74 saham menguat, 67 saham melemah, dan 55 saham stagnan. Saham yang menjadi top gainer berasal dari Grup Astra, ASII +6,82% dan AALI +1,54% di samping saham telco, TLKM +2,87% dan ISAT +2,05%. Sedangkan saham top loser berasal dari sektor batu bara, PTBA -2,00% dan ITMG -0,93%.Β Β Β
(qom/qom)











































