"Target produksi dan penjualan tahun ini sekitar 55 juta ton. Harga rata-rata kami harap ada di US$ 73,5 per ton," ujar Senior Vice Presiden Investor Relations BUMI, Dileep Srivastava usai paparan di Wisma Bakrie 2, Jl Rasuna Said, Jakarta, Rabu (17/12/2008).
Mengacu pada angka tersebut, pendapatan BUMI dari batubara bakal sekitar US$ 4,042 miliar. Angka tersebut sudah jauh lebih tinggi 78,47% dari pendapatan konsolidasi BUMI tahun lalu sebesar US$ 2,265 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harga rata-rata batubara yang diterima tahun lalu sebesar US$ 44 per ton. Artinya dengan proyeksi harga rata-rata batubara yang akan diterima perseroan tahun ini sekitar US$ 73,5 per ton, mengalami pertumbuhan sebesar 67,04%.
Pada Agustus lalu, perseroan mengatakan target tahun ini sebanyak 57 juta ton. Namun akibat adanya beberapa kondisi, perseroan merevisi angka tersebut.
"Agustus kami menyatakan target produksi 57 juta ton. Namun karena ada masalah cuaca, forestry dan keterlambatan pengiriman equipment, target kami revisi jadi 55 juta ton," jelas Dileep.
Kendati demikian, kenaikan harga rata-rata batubara yang akan diterima perseroan dipastikan bakal tetap mendorong kinerja perseroan tahun ini. Dari segi target volume produksi, perseroan menargetkan sebanyak 55 juta ton tahun ini, tumbuh 5,76% dari posisi tahun lalu 52 juta ton.
Namun, kenaikan harga rata-rata batubara sebesar 67,04%, mendorong perolehan pendapatan perseroan tahun ini bisa tumbuh 78,47%.
(ir/qom)











































