Pada perdagangan Rabu (17/12/2008), indeks Dow Jones ditutup turun 99,80 poin (1,12%) ke level 8.824,34. Nasdaq juga turun 10,58 poin (0,67%) ke level 1.579,31 dan indeks Standard & Poor's 500 turun 8,76 poin (0,96%) ke level 904,42.
Investor kini mulai bertanya-tanya tentang apa lagi amunisi dari Bank Sentral AS (The Fed), setelah sebelumnya menurunkan tingkat suku bunga hingga mendekati nol persen. The Fed sebelumnya juga menyatakan akan menggunakan seluruh alat untuk menggerakkan lagi perekonomian AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham energi mengalami pukulan paling tajam setelah harga minyak merosot. Saham Exxon Mobil turun 2,5%, Chevron turun 2,8%.
Kontrak utama di New York Merchantile Exchange merosot hingga 3,54 dolar menjadi US$ 40,06 per barel, setelah sempat menyentuh US$ 39,88 per barel yang merupakan level terendah sejak Juli 2004. Kemerosotan harga terjadi setelah OPEC memangkas produksinya hingga 2,2 juta barel per hari.
Saham-saham sektor finansial gagal mempertahankan kenaikannya, meski catatan analis menyatakan bahwa kerugian besar yang dicetak Morgan Stanley tidak akan terulang. Catatan itu berhasil mengangkat harga saham Morgan Stanley hingga 2,3%.
Volme perdagangan saham cukup rendah yakni hanya 1,33 miliar di New York Stock Exchange dan 2,12 miliar lembar di Nasdaq. (qom/qom)











































