Ruang Naik IHSG Terbatas

Ruang Naik IHSG Terbatas

- detikFinance
Kamis, 18 Des 2008 07:32 WIB
Ruang Naik IHSG Terbatas
Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak akan terlalu lincah lagi karena ruang kenaikannya mulai terbatas. Investor yang melakukan trading cenderung akan menggelar profit taking setelah kenaikan IHSG sehari sebelumnya.

Pada perdagangan saham Kamis (18/12/2008) secara teknikal posisi kenaikan IHSG sudah agak tertahan. Pelaku pasar juga akan melihat gerak bursa regional dalam melakukan transaksi hari ini.

Euforia penurunan bunga the Fed di kisaran 0 hingga 0,25% sepertinya mulai berkurang. Apalagi Wall Street juga mulai berbalik arah setelah kenaikan yang tajam sehari sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada perdagangan Rabu waktu AS (17/12/2008), indeks Dow Jones ditutup turun 99,80 poin (1,12%) ke level 8.824,34. Nasdaq juga turun 10,58 poin (0,67%) ke level 1.579,31 dan indeks Standard & Poor's 500 turun 8,76 poin (0,96%) ke level 904,42.

Investor kini mulai bertanya-tanya tentang apalagi amunisi dari Bank Sentral AS (The Fed), setelah sebelumnya menurunkan tingkat suku bunga hingga mendekati nol persen. The Fed sebelumnya juga menyatakan akan menggunakan seluruh alat untuk menggerakkan lagi perekonomian AS.
Β Β Β 
Sementara bursa saham Asia pada Kamis pagi ini dibuka beragam seperti KOSPI naik 1,2% atau 13,63 poin menjadi 1.183,38, sedangkan Nikkei-225 turun 0,55% atau 47,36 poin ke posisi 8,565,16.

Dari dalam negeri pelaku pasar akan memanfaatkan sentimen positif dari kemungkinan deflasi yang akan terjadi di bulan Desember setelah pemerintah menurunkan harga premium dan solar.

Sebelumnya, pada penutupan perdagangan saham Rabu kemarin (17/12/2008) IHSG menguat 21,148 poin (1,57%) menjadi 1.363,984.Β Β Β Β 

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities

Indeks ditutup menguat 21 poin (1,5%) menjadi 1.364 yangΒ  sebelumnya sempat menembus level psikologis 1.370. Euphoria pemotongan fed fund rate mendominasi kenaikan bursa saham domestik dan Asia. Peluang penguatan masih terbuka dengan target dilevel 1.410 walaupun disertai profit taking yang sehat. Pergerakan indeks harian dikisaran 1.330-1.410 dengan pilihan saham: SMCB, AALI, ISAT, BMRI dan ASII.Β Β 

Panin Sekuritas

IHSG kemarin bergerak menguat menyusul langkah The Fed menurunkan suku bunga ke kisaran 0.0%-0.25%. Langkah The Fed tersebut memperbesar peluang BI untuk menurunkan BI Rate bulan depan. Faktor pendorong lain adalah ekspektasi inflasi yang cenderung turun menyusul penurunan harga BBM. Secara teknikal, ruang indeks untuk naik agak terbatas. Beberapa saham pendorong indeks juga mulai mendekati area overbought. Kisaran support-resistance 1.338-1.387.

eTrading Securities

Bursa Indonesia pada perdagangan kemarin bergerak seiring dengan mayoritas bursa Asia yang menguat setelah keputusan Bank Sentral US untuk memotong Fed Rate ke titik terendah sepanjang sejarah US di level 0%-0,25%. Indeks berhasil naik 1,5% ke level 1.363,9 dengan ditopang oleh sektor Banking dan infrastruktur meski sektor mining menjadi lagging mover. Terbatasnya penguatan bursa Asia jika dibandingkan kenaikan
bursa US lebih disebabkan oleh melemahnya nilai tukar US$ terhadap mayoritas mata uang dunia, sebagai implikasi langsung turunnya suku bunga US.

Bursa US sendiri pada perdagangan semalam terkonsolidasi setelah menguat signifikan pada hari sebelumnya. Investor mulai melakukan profit taking seiring telah terfaktorkannya semua sentimen positif kemarin. Di awal perdagangan, sentimen negatif datang dari result 3Q08 Morgan Stanley yang kembali mengalami kerugian mencapai US$2,37 miliar, setelah sebelumnya Goldman Sachs melaporkan pertama kalinya mengalami kerugian. Meski sempat rebound, bursa US ditutup melemah setelah investor kembali khawatir dan pesimis terhadap perekonomian US. Indeks Dow Jones terkoreksi -1,1%, Nasdaq -0,67% dan S&P500 -0,9%.

Berita terhangat datang dari pergerakan harga minyak yang anjlok lebih dari 8% ke level US$39,88/barrel, terendah sejak 4 tahun terakhir, justru sehari setelah OPEC memutuskan untuk memotong kuota produksinya sebesar 2 juta barrel/hari. Anjloknya harga minyak dunia lebih disebabkan oleh turunnya permintaan secara signifikan, terlihat dari kembali naiknya inventory di US selama 11x berturut-turut dalam 12 minggu terakhir. Bursa Asia sendiri pada perdagangan pagi ini dibuka melemah tipis dengan kecenderungan mulai rebound. Nikkei -0,5%, KOSPI -0,3%, STI -0,1% dan AORD -0,8%.

Bursa Indonesia nampaknya akan kembali tertekan seiring sentimen negatif dari anjloknya harga minyak dunia yang berimplikasi negatif pada sektor mining dan plantation. Kedua sektor ini diperkirakan akan membawa indeks bergerak melemah tipis dengan ditopang oleh sektor Finance dan Infrastruktur. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran sempit 1340 - 1380. (ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads