Fajar Surya Wisesa Beli Mesin Baru US$ 85 Juta

Fajar Surya Wisesa Beli Mesin Baru US$ 85 Juta

- detikFinance
Kamis, 18 Des 2008 14:23 WIB
Fajar Surya Wisesa Beli Mesin Baru US$ 85 Juta
Jakarta - Perusahaan pulp & paper, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) menganggarkan belanja modal (Capital Expenditure/Capex) sebesar US$ 90 juta. Sebagian besar dana tersebut dialokasikan untuk membeli mesin baru.

"Tahun depan kita akan datangkan lagi satu mesin produksi," kata Direktur Fajar Surya, Hadi R. Ongkowidjojo dalam paparan publik di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (18/12/2008)..

Dana untuk pembelian mesin baru tersebut sebesar US$ 85 juta yang akan didanai dari  kas internal dan pinjaman bank. Sisa dana capex sebesar US$ 5 juta akan digunakan untuk pemeliharaan dan operasional usaha.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada 20 Oktober 2008 lalu, perseroan telah menandatangani pinjaman sindikasi bank senilai US$ 70 juta dengan jangka waktu lima tahun dari UOB Bank Singapura dan Hongkong Bank.

Saat ini, FASW memiliki empat mesin produksi dengan total produksi per September 2008 mencapai 550 ribu metrik ton (MT), dan ditargetkan hingga akhir tahun dapat mencapai 710 ribu MT.

"Dengan tambahan satu mesin baru, produksi diharapkan mencapai 1 juta ton," ujarnya.

Namun, tambahan kapasitas produksi ini baru terealisasi pada 2011 karena proses pembelian dan pemasangannya memakan waktu sekitar dua tahun.

Pada tahun 2009, perseroan memproyeksikan penjualan turun 18% menjadi Rp 2,2-2,4 triliun dibandingkan proyeksi akhir 2008 Rp 3 triliun. Hingga triwulan III-2008 penjualan perseroan sebesar Rp 2,43 triliun.

Dari sisi volume penjualan tahun depan, FASW juga akan menurunkan tingkat penjualan menjadi 650 ribu MT dibandingkan proyeksi akhir 2008 sebesar 675 ribu MT. Angka proyeksi 2008 ini naik dibandingkan realisasi 2007 sebesar 670 ribu MT. Hingga September 2008 total volume penjualan mencapai 525 ribu MT.

"Proyeksi penurunan penjualan tahun depan disebabkan melemahnya daya beli masyarakat akibat tekanan ekonomi," ujar Hadi.

Oleh karena itu, perusahaan pemasok kemasan produk Indofood dan kantung Semen Gresik ini mencoba untuk realistis di tengah pelambatan ekonomi global.

Di satu sisi, meski ekonomi dunia melambat namun pada 2009 FASW justru akan meningkatkan porsi ekspor dari saat ini hanya 10% menjadi 30%. Pangsa pasar ekspor akan ditujukan ke negara-negara yang tidak terlalu terkena imbas krisis global seperti Filiphina, Singapura, Malaysia, Pakistan dan Vietnam.

Saat ini produksi FASW terdiri dari kertas corrugated medium sebesar 50,3%, kraft liner 28,8%, coated duplez board 19,6% dan sack kraft 1,3%. Pada 2009, perseroan akan meningkatkan produksi sack kraft menjadi 8-10% dari total produksi.

"Sementara pengurangan akan dilakukan pada produk corrugated medium dan kraft liner," katanya. (dro/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads