Hal tersebut dikemukakan oleh Direktur Utama Kimia Farma Syamsul Arifin usai rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) di Hotel Manhattan, Jalan Casablanca, Jakarta, Kamis (18/12/2008).
"Kami akan menangguhkan rencana pembangunan pabrik baru dengan waktu yang tidak terbatas karena kondisi krisis ekonomi global dan harga minyak yang masih fluktuatif," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencana awalnya, pabrik tersebut akan dibangun di semester kedua tahun ini. Dengan pembangunan pabrik tersebut perseroan menargetkan bisa memasok 20 persen kebutuhan bahan baku obat dalam negeri.
Ia mengatakan, pabrik yang akan memproduksi bahan baku perseroan tersebut juga bisa menambah kapasitas produksi sehingga perseroan bisa melakukan ekspor.
Capex 2009
Kimia Farma menganggarkan dana sebesar Rp 50 miliar untuk belanja modal alias capital expenditure (Capex) tahun 2009.
"Untuk capex tahun depan sementara kami siapkan dana Rp 50 miliar, tapi belum bisa di disclose sekarang. Seluruhnya dananya diambil dari kas internal perusahaan," jelasnya.
Menurutnya, dana sebesar itu akan digunakan untuk membantu kegiatan operasional perseroan dengan cara menambah apotek, klinik dan laboratorium klinik.
Ia mengatakan, perseroan akan membangun 20 apotek, 25 unit klinik dan sekitar 15-20 unit laboratorium klinik yang tersebar di seluruh Indonesia. Hingga saat ini, perseroan memiliki sekitar 350 apotek, 35 unit klinik dan 36 unit laboratorium klinik. (ang/ir)










































