Hal tersebut dikemukakan oleh Direktur Utama Kimia Farma Syamsul Arifin usai rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) di Hotel Manhattan, Jalan Casablanca, Jakarta, Kamis (18/12/2008).
"Kami akan segera melunasi salah satu utang perbankan, yaitu dari Bank Bukopin sebesar Rp 30 miliar di akhir tahun ini," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dana ini adalah pembayaran pemerintah dari pembelian obat ke Kimia Farma yang hingga akhir tahun totalnya mencapai Rp 200 miliar," imbuhnya
Menurutnya, kegiatan operasional perusahaan plat merah tersebut dibiayai dari pinjaman perbankan. Saat ini, perseroan juga masih punya kewajiban membayar utang sebesar Rp 70 miliar ke Bank Mandiri dan Rp 40 miliar ke Bank BCA.
Kimia Farma sudah mendapat komitmen pinjaman kepada tiga bank tersebut dengan total plafon ketiganya mencapai Rp 180 miliar.
(ang/qom)











































