Review IHSG: Angin Profit Taking

Review IHSG: Angin Profit Taking

- detikFinance
Kamis, 18 Des 2008 17:10 WIB
Review IHSG: Angin Profit Taking
Jakarta - IHSG akhirnya ditutup melemah setelah kemarin menguat cukup signifikan. IHSG melemah ditengah tipisnya transaksi dan kepungan sentimen negatif.

Pada penutupan perdagangan saham Kamis (18/12/2008) IHSG melemah 12,220 poin (0,9%) menjadi 1.351,764. Perdagangan saham hari ini mencatat transaksi sebanyak 45.700 kali, dengan volume miliar 1,625 miliar unit saham, senilai Rp 1,346 triliun.

Berikut review IHSG oleh eTrading Securities:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bursa Indonesia ditutup melemah 12 poin ke level 1.351,7 dengan trading value hanya Rp1,3 trilliun. Melemahnya IHSG ini mengikuti pergerakan bursa global yang sebelumnya mayoritas didominasi warna merah seperti Dow, Nasdaq dan FTSE.

Dari Amerika, GM dan Chrysler akan menutup 59 pabriknya mulai bulan depan di balik anjloknya penjualan mereka dan mengantisipasi gagalnya stimulus dari pemerintah AS.

Sedangkan bursa regional hari ini mayoritas berada di zona positif. Meski tipis, indeks Nikkei berhasil mencatat kenaikan sebesar 0,64%. Sedangkan indeks Hang Seng dan Strait Times juga mengalami kondisi serupa dengan kenaikan masing-masing 0,24% dan 0,84%.

Melemahnya IHSG pada perdagangan hari ini dipicu oleh aksi profit taking dan anjloknya harga minyak sampai sempat menyentuh level US$39/barrel, terendah dalam 4 tahun terakhir.Β  Anjloknya harga minyak memberikan respons negatif terhadap sektor mining dan CPO.

Beberapa saham batubara yang ditutup melemah hari ini adalah BUMI -2,19% dan ADRO -1,96%. Dari sektor CPO, AALI dan UNSP berhasil menahan rontoknya saham-saham perkebunan sawit.

Sementara sektor konstruksi (WIKA dan TOTL), semen (SMCB dan INTP), serta infrastruktur (JSMR), habis diburu investor di sesi perdagangan hari ini. Hal ini dipicu oleh harapan meningkatnya belanja pemerintah tahun depan, di samping trend suku bunga yang cenderung menurun.

Rata-rata saham yang membukukan kenaikan di perdagangan awal pekan ini cenderung mengalami profit taking setelah mencapai kenaikan rata-rata 50-80%.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads