"Net-nya terakhir saya cek Rp 1,7 triliun. Turun dari posisi waktu itu (bulan lalu) sebesar Rp 2 triliun," ujar Direktur Perdagangan Fix Income dan Derivatif, Keanggotaan dan Partisipan BEI, Guntur Pasaribu dalam paparan di kantornya, SCBD, Jakarta, Kamis (18/12/2008).
Guntur menjelaskan bahwa angka tersebut diperoleh dari transaksi repo sebesar Rp 3,1 triliun versus reverse repo sebesar Rp 4,8 triliun, sehingga netnya sebesar Rp 1,7 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengacu pada nilai net tersebut, Guntur menjelaskan, artinya masih ada repo yang belum dibeli balik oleh para penggadai saham kepada pihak sekuritas senilai Rp 1,7 triliun.
Kendati jumlah tersebut masih cukup banyak, namun selama satu bulan terakhir sudah ada eksekusi beli balik repo senilai kurang lebih Rp 300 miliar. Pada awal November lalu, Guntur pernah menyebutkan net transaksi repo yang dilaporkan anggota-anggota bursa pada BEI sebesar Rp 2 triliun.
Angka Rp 2 triliun tersebut dilaporkan oleh sekitar 45 anggota bursa setelah sebelumnya seluruh anggota bursa mendapatkan surat edaran dari BEI agar melaporkan setiap transaksi repo saham yang difasilitasi oleh anggota bursa. Meski pelaporan masih bersifat sukarela, namun nilainya sudah mencapai Rp 2 triliun melibatkan 45 anggota bursa atas saham-saham berlikuiditas tinggi. (dro/ir)











































