Harga minyak mentah di New York Merchantile Exchange (NYMEX) pada perdagangan Kamis (18/12/2008) merosot tajam di bawah US$ 40 per barel. Kontrak minyak jenis light untuk pengiriman Januari anjlok hingga 3,84 dolar menjadi US$ 35,22 per barel, yang merupakan terendah sejak Juli 2004.
Sementara di London, minyak jenis Brent pengiriman Februari turun 2,17 dolar menjadi US$ 43,36 per barel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anjloknya harga minyak akibat tekanan penurunan ini langsung membuat saham-saham sektor energi terpuruk. Saham Chevron Corp turun hingga 10% atau 4 dolar menjadi US$ 36. Saham Chevron memberi kontribusi paling besar bagi penurunan indeks Dow Jones.
Dan pada perdagangan Kamis (18/12/2008), indeks Dow Jones industrial average ditutup merosot 219,35 poin (2,49%) ke level 8.604,99. Indeks Standard & Poor's 500 merosot 19,14 poin (2,12%) ke level 885,28 dan Nasdaq merosot 26,94 poin (1,71%) ke level 1.552,37.
Selain dipicu pelemahan saham-saham sektor energi, indeks saham juga tertekan oleh anjloknya saham General Electric (GE) setelah Standard & Poor's mengancam akan menurunkan peringkatnya yang kini di 'AAA'. S&P mengatakan, probabilitas penurunan peringkat adalah 1 banding 3. Saham GE merosot hingga 8,2% menjadi 15,96 dolar, dan masuk dalam daftar top loser.
"Ini bener-benar bukan kabar yagn bagus untuk GE dan kemampuan mereka mendapatkan pinjaman. Ini hanya sekedar sebuah dukungan untuk pelemahan ekonomi," ujar Michael Cuggino, analis dari Permanent Portfolio Funds seperti dikutip dari Reuters, Jumat (19/12/2008).
Volume perdagangan sangat rendah yakni hanya 1,42 miliar di New York Stock Exchange, sementara di Nasdaq juga hanya 2,11 miliar. (qom/qom)











































