AHAP Bidik Pendapatan Rp 100 Miliar di 2009

AHAP Bidik Pendapatan Rp 100 Miliar di 2009

- detikFinance
Jumat, 19 Des 2008 15:42 WIB
AHAP Bidik Pendapatan Rp 100 Miliar di 2009
Jakarta - PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP) optimistis dapat mencapai target pendapatan sebesar Rp 100 miliar tahun depan. Fokus perseroan tahun depan membidik sektor konsumer.

"Perseroan menargetkan pendapatan Rp 100 miliar tahun depan," ujar Direktur Keuangan AHAP, Bayu Widdhisiadji dalam paparan di gedung Bursa Efek Indonesia, SCBD, Jakarta, Jumat (19/12/2008).

Target pendapatan perseroan tahun ini adalah sebesar Rp 70 miliar. Dengan demikian, perseroan menargetkan pertumbuhan 42,85% tahun depan. Strategi perseroan untuk mencapai target tersebut adalah dengan memfokuskan pada sektor konsumer.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Peningkatan akan ditunjang dari misi perseroan fokus di sektor consumer yang kami yakin akan terus meningkat. Sektor ritel asuransi kendaraan atau kredit yang kecil-kecil sekitar Rp 5-10 juta itu yang akan kami tingkatkan," ujar Bayu.

Sementara tahun depan, perseroan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 1 miliar. Capex akan dipenuhi dari kas internal yang merupakan hasil penerbitan saham terbatas (rights issue) sebelumnya.

"Capex akan kami penuhi dari sisa right issue sebesar Rp 15,2 miliar," jelas Bayu.

Bayu mengatakan, dana hasil right issue akan dialokasikan perseroan sebagai penjaminan kredit,operasional perusahaan serta investasi lainnya. Sementara dana capex akan digunakan untuk peningkatan kinerja perseroan seperti perbaikan sistem infrastruktur AHAP.

"Kami akan luncurkan pelayanan berbasis teknologi secara elektronik dan juga pelayanan penerbitan polis berbasis internet IC21 serta e-cargo," ujarnya.

Sementara mengenai rencana ekspansi cabang yang saat ini 8 cabang, Bayu menuturkan AHAP belum berencana mendirikan cabang kembali. Alasannya maksimalisasi cabang akan ditingkatkan.

"Rencana akuisisi masih belum ada dan untuk cabang kami akan maksimalisasikan yang ada dulu," imbuhnya. (dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads