Pada penutupan perdagangan saham I, Jumat (19/12/2008) IHSG turun 3,479 poin (0,26%) menjadi 1.348,285. Perdagangan saham hari ini mencatat transaksi sebanyak 66.480 kali, dengan volume 3,593 miliar unit saham, senilai Rp 1,969 triliun. Sebanyak 83 saham naik, 59 saham turun dan 58 saham stagnan.
Berikut review IHSG oleh eTrading Securities:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara menguatnya bursa Cina ke level 2.018,4 dipicu oleh kebijakan pemerintah Tiongkok memangkas harga bensin di luar pabrik sebesar 14% dan solar 18% yang mulai berlaku hari ini. Pemangkasan ini merupakan yang pertama kalinya selama hampir dua tahun. Kebijakan ini bergerak inline dengan harga minyak yang terus turun sampai sempat menyentuh level di bawah US$ 36/barrel.
Bursa Indonesia bergerak fluktuatif hari ini, di mana selama sesi kedua indeks sempat rebound ke teritori positif dua kali. Sektor property (CTRA +1,80% dan ELTY +1,36%) dan sektor Basic Industry (BRPT +16,07%) merupakan leading mover dalam perdagangan hari ini. Sementara semua saham yang energy related, mining (PTBA -4,08% dan BUMI -2,24%), agri (AALI -1,52% dan UNSP -1,96%).
PGAS (-9,09%) yang nampaknya terkena dampak terbesar penurunan harga minyak ke level US$ 36, karena dengan level harga ini, tingkat keekonomisan gas menjadi hampir sama dengan minyak yang memicu potensi penurunan harga gas dalam negeri. Sampai penutupan sesi kedua, 83 saham ditutup menguat, 59 saham melemah, dan 58 saham stagnan.
(ir/qom)











































