Prospek IHSG 2009 di Level 1.530

Prospek IHSG 2009 di Level 1.530

- detikFinance
Sabtu, 20 Des 2008 15:30 WIB
Prospek IHSG 2009 di Level 1.530
Jakarta - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tahun 2009 masih akan tumbuh meski kenaikannya lebih konservatif karena kondisi ekonomi global yang sedang tertekan. Investor lokal masih akan mendominasi pasar saham dalam negeri.

Perusahaan investasi CIMB dalam market outlook 2009, seperti dikutip Sabtu (20/12/2008) membeberkan kondisi Indonesia 2009 yang diramaikan dengan pemilu dan pengaruhnya terhadap ekonomi.

Untuk target IHSG 2009, CIMB memasang level konservatif di level 1.530. Angka ini lebih rendah dibanding prediksi UBS yang memperkirakan IHSG 2009 di posisi 1.600. CIMB mematok PE di kisaran 8,4 kali dan bisa menjadi menjadi 8,5 kali di paruh kedua 2009 karena adanya pemulihan.Β 

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kunci pertumbuhan IHSG itu adalah pemilu yang berjalan lancar dan yield obligasi pemerintah yang menurun mendekati 12%. Jika tingkat imbal hasil (yield) obligasi jangka panjang antara 7-10 tahun stabil di level 12% maka saham-saham akan menjadi lebih baik ketimbang obligasi khususnya bagi investor domestik.

Begitu pula jika premi risiko normal akan membuat pasar saham menjadi lebih atraktif terutama untuk investor jangka panjang.

Di masa pemulihan tersebut, CIMB merekomendasikan portofolio yang lebih agresif seperti saham Astra Internasional yang memiliki kekuatan di otomotif dan komoditas.

Untuk saham-saham yang harganya sudah tergerus di tahun ini bahkan ada yang mencapai hingga 70% bisa kembali dilirik terutama saham sektor perkebunan dan batubara. Karena produk-produk ini terus dibutuhkan konsumen dan biasanya perusahaan sektor ini memiliki neraca yang kuat seperti Astra Agro Lestari untuk perkebunan.

Sedangkan saham Bumi Resources meski cukup menggoda namun diingatkan perusahaan ini masih sangat berisiko karena harus menyelesaikan utang-utang repo. Untuk batubara, saham PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) boleh dikoleksi.

Saham-saham yang dinilai cenderung defensif adalah TLKM, BBCA, PGAS, UNTR, RALS dan KLBF. Sedangkan saham-saham yang masuk kategori pemulihan adalah BMRI, PGAS, UNTR, PTBA, INTP dan AALI. Pihak CIMB menambahkan saham ASII untuk pertumbuhan.

CIMB memperkirakan pertumbuhan ekonomi (PDB) tahun depan sebesar 3,5%, cukup rendah dari rata-rata 6% dalam delapan tahun terakhir. Sedangkan mata uang rupiah juga masih berpotensi melemah namun menuju pemulihan di akhir tahun 2009.

(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads