Hal ini dikatakan oleh Direktur Utama SMMA Edward H. Hadidjaja dalam public expose di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (22/12/2008).
"Penurunan terbesar terjadi pada Sinarmas Sekuritas yang sangat besar terkena imbas dampak krisis yang terjadi," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang langsung terkena dampak krisis ini sekuritas dan juga multifinance untuk tahun depan karena penurunan penjualan kendaraan. Untuk sekuritas karena indeks masih turbulensi masih akan menurun kinerjanya tahun depan. Kami harapkan profit dari yang lain seperti asuransi dan perbankan," ujarnya.
Karena itu dia mengatakan rencananya perseroan akan menambahkan suntikan modal kepada anak usahanya yaitu Bank Sinarmas sebesar Rp 150 miliar tahun depan.
Sebagai gambaran menurunnya kinerja perseroan, terlihat pada September 2008 laba bersih perseroan turun menjadi Rp 346,3 miliar dari Rp 586,59 miliar di September 2007. "Ini tidak lepas dari pengaruh global financial crisis, dan paling banyak karena penurunan profit dari Sinarmas Sekuritas," tukasnya.
(dnl/ir)











































