Pada penutupan perdagangan saham Senin (22/12/2008) IHSG turun tipis 2,977 poin (0,22%) menjadi 1.345,308.
Perdagangan saham hari ini agak sepi dengan mencatat transaksi sebanyak 45.571 kali, dengan volume 2,033 miliar unit saham, senilai Rp 1,271 triliun. Sebanyak 62 saham naik, 86 saham turun dan 47 saham stagnan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IHSG kembali ditutup melemah tipis sejak 3 hari terakhir ke level 1.345,3(-0,22%). Melemahnya IHSG bergerak inline dengan bursa Asia yang ditutup melemah, Hang Seng -3,34%, Singapore Strait Times -1,92%, dan SSEC -0,12% (cadangan devisa pada Oktober berkurang menjadi US$ 1,89 trilliun).
Sementara bursa Taiwan yang sempat dibuka naik 0,87% ditutup melemah 158 poin ke level 4.535,5 (didukung laporan kalau perbankan Cina akan memberikan dana US$ 19 milliar untuk pembiayaan investor Taiwan).
Transaksi Bursa Indonesia pada perdagangan hari ini relative sepi di mana trading value hari ini hanya mencapai Rp1,2 trilliun. Para investor terlihat aktif memborong saham 5 menit sebelum penutupan yang akan digunakan sebagai amunisi menjelang libur natal. PGAS kembali mengalami auto rejection setelah sebelumnya pada hari Jumat pekan lalu -9,09% seiring anjloknya harga minyak bahkan sempat ditutup di level US$ 33/barrel (terendah sejak 10 februari 2004) pada hari Jumat pekan lalu.
Namun kebijakan pemerintah US membailout industri otomotif sebesar US$ 17,4 milliar kepada GM dan Chrisler mampu mengangkat minyak kembali ke level psikologis US$40/barrel. Pada pukul 16.00 WIB harga minyak mentah terpantau US$ 42,50/barrel.
Sementara rontoknya harga PGAS hari ini disebabkan adanya sengketa antara perseroan dan PT Siemens mengenai tambahan biaya mencapai USD 4 juta dan adanya sejumlah aksi profit taking menjelang akhir tahun. PGAS ditutup di level Rp1.800.
Kejatuhan indeks juga tak lepas dari sektor mining (-1,41%) yang sangat sensitive terhadap harga oil, ITMG -4,44%, PTBA -1,41%, dan UNTR -4,34%.
(ir/qom)











































