Review IHSG: 3 Saham Penggerak

Review IHSG: 3 Saham Penggerak

- detikFinance
Selasa, 23 Des 2008 17:14 WIB
Review IHSG: 3 Saham Penggerak
Jakarta - IHSG ditutup hanya melemah tipis ditengah melemahnya bursa-bursa regional. Pelemahan IHSG lebih lanjut tertahan oleh penguatan 3 saham yakni PGN, BUMI dan ISAT.

Pada penutupan perdagangan saham Selasa (23/12/2008) IHSG turun tipis 1,592 poin (0,12%) menjadi 1.343,716. Perdagangan saham hari ini mencatat transaksi sebanyak 46.067 kali, dengan volume 2,148 miliar unit saham, senilai Rp 1,669 triliun.

Berikut review IHSG oleh eTrading Securities:

IHSG kembali melanjutkan pelemahannya selama empat hari berturut-turut dan ditutup di level 1.592 (-0,11%) dengan trading value Rp1,6 trilliun. Pergerakan IHSG mengikuti pergerakan bursa Asia yang ditutup melemah, Singapore Strait Times -1,25%, Kospi -2,99%, dan SSE-4,55%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anjloknya bursa di China ini merupakan penurunan terbesar dalam lima minggu terakhir (sektor energi dan property menjadi lagging mover seiring kekhawatiran investor terhadap pemangkasan suku bunga yang dinilai kurang dalam).

Sedangkan melemahnya saham bursa Asia ini lebih disebabkan harga minyak yang kembali ke level US$39/barrel setelah sempat menguat ke US$43/barrel kemarin. Walaupun pemerintah AS telah berencana menganggarkan dana untuk mem-bail out sektor otomotif, namun sejumlah data negatif seperti naiknya persediaan dan berkurangnya konsumsi menyebabkan harga emas hitam ini kembali terkoreksi.

Tiga perusahaan blue chip menjadi leading mover pada hari ini adalah PGAS, BUMI dan ISAT. Naiknya saham PGAS sebesar 3,88% ke level 1.870 disebabkan harganya yang dianggap sudah undervalue oleh para investor setelah mengalami auto rejection bawah selama dua hari berturut-turut dan adanya pernyaatan dari menejemen PGAS bahwa perseroan tidak akan menurunkan harga gas walaupun harga minyak dunia tengah anjlok.

Sementara menguatnya saham ISAT sebanyak 400 poin ke level 5.350 dipicu oleh adanya kepastian dari pemrintah yang merestui Qtel untuk tender offer maksimal 65% tanpa harus spin off (target tender offer Januari 2009).

Sedangkan kabar ketertarikan PT Indonesia Heavy Equipment terhadap BUMI memberi sentiment positif terhadap saham andalan Bakrie ini. PT Indonesia Heavy Equipment dikabarkan siap memborong saham BUMI dengan anggaran mencapai Rp 12 trilliun.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads