Dow Jones Hilang 100 Poin

Dow Jones Hilang 100 Poin

- detikFinance
Rabu, 24 Des 2008 07:04 WIB
Dow Jones Hilang 100 Poin
New-York - Saham-saham di Wall Street masih bergerak melemah menyambut libur natal. Investor semakin tertekan oleh data penjualan rumah yang lagi-lagi makin memburuk.

Pada perdagangan Selasa (23/12/2008), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup minus 100,28 poin (1,18%) menjadi 8.419,49.

Indeks Standard & Poor's 500 melemah 8,47 poin (0,97%) ke level 863,16 dan Nasdaq melemah 10,81 poin (0,71%) ke level 1.521,54.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Data penjualan rumah yang masih saja turun semakin menekan investor. Data yang dirilis menunjukkan, penjualan rumah jadi merosot hingga 8,6% selama November, sementara penjualan rumah baru turun 2,9%.

"Pasar penjualan rumah kembali kena serangan negatif pada November, dengan penurunan tajam untuk penjualan rumah jadi dan rumah baru. Penurunan itu akan ikut menekan harga dan cadangan rumah," ujar Brian Bethune, ekonom dari IHS Global Insight seperti dikutip dari AFP, Rabu (24/12/2008).

Sentimen negatif lainnya adalah keluarnya data yang menunjukkan bahwa perekonomian AS hanya bergerak 0,5% pada kuartal III.

Saham sektor General Motors masih mendapat tekanan, setelah pemerintah menyetujui talangan sebesar US$ 17,4 miliar. Investor masih cemas apakah dana tersebut cukup untuk menyelamatkan raksasa otomotif AS itu dari kebangkrutan. Saham GM kembali rontok 14,8% menjadi US$ 3.

Saham-saham peritel terus merosot setelah survei menunjukkan bahwa musim liburan kali ini akan menjadi titik terendah untuk penjualan dalam 6 tahun terakhir. Data menunjukkan bahwa hanya 38,7% masyarakat AS yang berbelanja sebelum Natal. Padahal pekan sebelum Natal biasanya menjadi masa yang paling sibuk untuk berbelanja.

Saham-saham peritel merosot seperti operator toko swalayan Macy's turun hingga 6%, RLX turun 1,4%, JC Penney turun 3,3%.

Seperti dikutip dari Reuters, perdagangan saham sangat tipis yakni di New York Stock Exchange hanya sebesar 984,5 juta saham, sementara di Nasdaq juga hanya 1,33 miliar. Jumlah tersebut sangat jauh dibandingkan dengan rata-rata tahun lalu yang sebesar 1,9 miliar di NYSE dan 2,17 miliar di Nasdaq. (qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads