Villehuchet, 65 tahun, yang merupakan pendiri Acces International ditemukan tewas di kantornya, lantai 22, gedung perkantoran Madison Avenue, New York. Ia ditemukan oleh petugas keamanan tewas dengan luka sayatan di kedua pergelangan tangannya.
Villehuchet yang diduga tewas karena luka sayatan itu juga diduga meminum pil tidur pada Senin malam. Tidak ada 'surat bunuh diri' yang ditulisnya. Namun seorang petugas polisi yang mengutip rekan Villehuchet menyatakan bahwa pria tersebut bunuh diri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut sumber tersebut, Villehuchet merasa hancur dan khawatir bahwa para klien akan menyeretnya ke pengadilan.
"Acces adalah seluruh hidupnya, dan Madoff adalah seorang manajer yang dia bener-benar percayai. Saya makan siang dengan dia dua pekan lalu dan dia mengatakan begaimana beruntungnya dia karena Madoff adalah satu-satunya manajer yang masih bekerja dengan baik pada saat ini," jelas sumber tersebut.
Villehuchet, yang menikah namun tidak dikaruniai anak ini dikenal sebagai seseorang yang jujur dan penuh humor. Seorang teman Villehuchet menyatakan bahwa bunuh diri bukan 'tipikal' sifat pria humoris itu.
"Villehuchet adalah orang dengan penuh kehormatan dan humor, sangat lucu dan bunuh diri sepertinya kontradiksi dengan tipe orang seperti dia," ujar Marie-Monique Steckel, presiden French Institute-Alliance Francaise yang merupakan rekan lama Villehuchet.
Madoff sebelumnya telah mengguncang pasar finansial global dengan aksi tipu-tipunya yang diperkirakan menelan korban hingga US$ 50 miliar. Madoff menggunakan skema Ponzi untuk mengumpulkan dana dari para investor di berbagai belahan dunia.
Korban-korban Madoff pun beraneka ragam mulai dari investor kecil, hingga bank-bank besar termasuk HSBC dan yayasan-yayasan amal. Yayasan amal yang menjadi korban penipuan Madoff antara lain American Civil Liberties Union (ACLU) yang mengaku kehilangan uang amal hingga US$ 850.000 akibat skandal tersebut.
Madoff sendiri kini menjadi tahanan rumah. Madoff ditahan di apartemennya di Manhattan, sementara aset-setnya telah dibekukan.
Aksi Madoff ini berlangsung selama bertahun-tahun tanpa terendus Securities and Exchange Committe (SEC) atau Bapepam AS. SEC pun kini tengah mendapatkan gugatan karena diduga ikut terlibat dalam aksi tipu-tipu Madoff.
Seorang wanita yang menginvestasikan US$ 2 juta dananya untuk dikelola Madoff juga akan mengambil langkah hukum kepada SEC. Phyllis Molchatsky, pensiunan berusia 61 tahun diperkirakan menderita kerugian hingga US$ 1,7 juta sehingga menuntut Madoff dan juga SEC.
"SEC tidak melakukan pekerjaannya. Mereka harus ikut bertanggung jawab atas kerugian yang luar biasa besar ini," ujar pengacara Molchatsky, Howard Elisofon yang dulunya merupakan pengacara SEC, seperti dikutip dari Reuters. (qom/ir)











































