Bank Agroniaga Siapkan Rights Issue Rp 150 Miliar

Bank Agroniaga Siapkan Rights Issue Rp 150 Miliar

- detikFinance
Rabu, 24 Des 2008 15:32 WIB
Bank Agroniaga Siapkan Rights Issue Rp 150 Miliar
Jakarta - PT Bank Agroniaga Tbk (AGRO) berencana melakukan penawaran saham terbatas (rights issue) sebesar Rp 150 miliar pada semester I-2009. Rasio yang ditetapkan adalah 1:3, atau setiap tiga saham lama akan memperoleh satu saham baru.

"Dana hasil rights issue ini akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan perseroan," kata Corporate Secretary AGRO, Hirawan Nur Kustono dalam paparan publik di gedung Bursa Efek Indonesia, SCBD, Jakarta, Rabu (24/12/2008).

Hirawan mengatakan, langkah tersebut bertujuan untuk meningkatkan rasio kecukupan modal (CAR) hingga mencapai kisaran 16 -17 persen tahun depan. "Perseroan akan kesulitan menambah modal kalau tidak melaksanakan rights issue," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kendati demikian, perseroan menyatakan masih terus mengkaji rencana tersebut terkait krisis ekonomi. Menurutnya, kekeringan likuditas di dunia perbankan saat ini membuat perseroan harus ekstra hati-hati.

"Harus dikalkulasi ulang dengan lebih prudent," katanya.

Selain itu, Bank Agroniaga juga sedang menjajaki kemitraan strategis dengan sejumlah investor jika pemegang saham tidak mengambil hak dalam rights issue.

Pemegang saham Bank Agroniaga per September 2008 adalah Dana Pensiun Perkebunan (Dapenbun) sebesar 96%, Yayasan Sarana Wanajaya 1,28%, PT Jamsostek 2,13% dan publik 0,59%.

Namun, Hirawan melanjutkan, Dapenbum tetap akan menjadi pemegang saham pengendali minimal 55 persen seadainya tidak menggunakan haknya. "Karena kalau tidak mengambil otomatis akan terdilusi," ujarnya.

Saat ini, Bank Agroniaga sudah menjajaki lima investor strategis guna mengantisipasi tidak terserapnya rights issue secara keseluruhan. Investor tersebut terdiri dari dua lokal dan tiga asing.

Tahun 2009, Bank Agroniaga mentargetkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 30%. Sedangkan untuk pinjaman akan difokuskan pada sektor agrobisnis 65%, dan 35% sisanya non-agrobisnis.

Pada sektor agobisnis, sekitar 70% akan disalurkan ke sektor retail seperti petani plasma binaan PT Perkebunan Nusantara (PTPN). "Seperti petani gula, tebu, karet dan lain-lain dengan target pertumbuhan 22%," kata Presiden Direktur Bank Agroniaga Dradjat Bagus Prasetyo.

Sedangkan untuk loan deposit ratio (LDR) ditargetkan pada kisaran 90-95%, net interest margin (NIM) sekitar 4-5%, serta biaya operasi dan pendapatan operasi (BOPO) sebesar 90-95%.

"Kami juga akan meningkatkan fee based income devisa dan meningkatkan corporate image," ujar Drajat.

(dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads