Pada penutupan perdagangan saham Rabu (24/12/2008) IHSGΒ turun 7,102 poin (0,53%) menjadi 1.336,614. Perdagangan saham hari ini mencatat transaksi sebanyak 38.541 kali, dengan volume 6,775 miliar unit saham, senilai Rp 2,025 triliun.
Berikut review IHSG oleh eTrading Securities:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sehari menjelang natal, indeks bergerak sangat volatile di mana pada pembukaan sesi pertama indeks sempat berada di level 1.337. Melihat indeks yang sedemikian undervaluenya, para spekulan langsung memborong beberapa saham unggulan seperti PGAS, BUMI, dan TLKM.
Setelah mencapai peak level di 1.356, para spekulan mulai melakukan profit taking sehingga indeks cenderung bergerak move to lower. Akhirnya pada pukul 16.00 WIB indeks ditutup di level 1.336,6 (-0,52%) dengan trading value mencapai Rp2 trilliun.
ISAT kembali melanjutkan rallynya dan ditutup di level Rp5.400 (+0,93%), harga saham telekomunikasi ini selalu berada di teritori postif selama intraday seiring persetujuan pemerintah merestui TO Qtel sebesar 65% sebesar Rp7.388/saham tanpa spin off.
PGAS yang sempat ditutup menguat kemarin kembali terkoreksi 20 poin ke level Rp1.850 di balik aksi profit taking para investor sesaat menjelang penutupan sesi kedua. Sampai saat ini belum ada pengajuan permintaan penurunan harga gas dari pemerintah maupun kadin terkait turunnya harga minyak mentah global (pada penutupan sesi kedua, minyak terpantau US$38,96/barrel).
Sementara mengenai Bakrie, sampai saat ini pihak BNBR masih melakukan negosiasi dengan Northstar mengenai bentuk joint venturenya. BNBR juga akan kembali melakukan ngosiasi dengan PT Aldira terkait gagal bayar Rp 10 milliar atas gadai saham BUMI dan UNSP dan diharapkan pembayaran Rp10 milliar ini bisa dibayar sebelum jatuh tempo.
Sebelumnya beberapa repo lokal telah dibayar perseroan, seperti Mandiri Securities Rp50 milliar dan Sarijaya sebesar Rp50 milliar, sisanya sebesar RP20 milliar akan dibayar sebelum jatuh tempo. Saham grup Bakrie myoritas ditutup melemah hari ini, BUMI -1,07%, UNSP -1,85%, ELTY -1,4%, ENRG -1,14%, dan BNBR stagnan di Rp50.
(qom/qom)











































