"Perseroan akan melakukan perpanjangan kontrak lama senilai Rp 100 miliar dan kontrak baru senilai Rp 114 miliar di 2009 yang keduanya merupakan sektor konstruksi," ujar Direktur PKPK, Soeroso dalam siaran persnya, Jumat (26/12/2008).
Selain itu, pada tahun 2009 perseroan juga akan mengoperasikan lahan batubara baru yaitu di Marangkayu dan Semoi. Tahun 2008, perseroan juga telah mengoperasikan dua areal tambang batubara baru yaitu di kawasan Dondang dan Bantuas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga triwulan III-2008, PKPK berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 311,358 miliar, naik 99,35% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 156,191 miliar. Soeroso mengakatan, jumlah tersebut baru mencapai sekitar 49,01% dari target pendapatan di 2008.
"Namun kami yakin dapat mencapai 88% dari target 2008," ujar Soeroso.
Target pendapatan perseroan tahun ini sekitar Rp 635 miliar. Mengacu pada angka 88% di atas, setidaknya hingga akhir 2008 perseroan bakal membukukan pendapatan sebesarRp 558,8 miliar. Target produksi batubara perseroan tahun ini sebanyak 800 ributon.
Dalam catatan detikFinance, hambatan perseroan mencapai target pendapatan maupun produksi batubara disebabkan oleh ditangguhkannya tambang Semoi pada 2007 lalu. Penangguhan tersebut, terkait adanya tudingan dari Sultan Kutai yang mengklaim KP Semoi beroperasi di atas tanah miliknya. Saat ini kasus tersebut masih di pengadilan negeri Kaltim.
Kendati demikian, sebagaimana dikatakan Soeroso, tahun depan perseroan akan membukakembali tambang Semoi. (dro/ir)











































