Klub Emiten Kaya 1 Miliar Dolar

Klub Emiten Kaya 1 Miliar Dolar

- detikFinance
Sabtu, 27 Des 2008 13:27 WIB
Klub Emiten Kaya 1 Miliar Dolar
Jakarta - Perdagangan saham Bursa Efek Indonesia di ujung tahun ini tinggal satu hari lagi pada 30 Desember 2008. Di tahun buruk bagi pasar finansial global ini, hampir semua saham jagoan tumbang yang membuat kapitalisasi pasarnya ikut hanyut.

Di tengah rontoknya nilai pasar saham-saham unggulan, tercatat ada 22 emiten yang bertahan dalam kategori emiten kaya dengan nilai kapitalisasi pasar di atas US$ 1 miliar dengan memakai kurs Rp 11.000 per dolar AS atau lebih dari Rp 11 triliun.

Seperti dilansir dari YosefArdi.com, Sabtu (27/12/2008) jumlah perusahaan kaya lebih dari US$ 1 miliar tahun ini merosot hingga 50% dibanding akhir tahun 2007 yang sebanyak 42 perusahaan. Indofood, Aneka Tambang, dan Timah adalah emiten yang terdepak dari ketagori di atas US$ 1 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Posisi top 1 miliar dolar masih diduduki oleh Telkom (TLKM) yang bertahun-tahun menjadi jawara emiten dengan kapitalisasi terbesar di BEI. Saham Bank Central Asia (BBCA) menyusul di posisi kedua, menyalip posisi Bumi Resources (BUMI) yang kini merosot di urutan 13. Harga saham BUMI telah anjlok 90% dari level tertingginya Rp 8.750 pada Juni 2008.

Penghitungan nilai kapitalisasi pasar ini sejak akhir Desember 2007 hingga 26 Desember 2008.  

Berikut daftar 22 Emiten kaya di atas 1 miliar dolar AS berdasarkan nilai kapitalisasi pasar:       

  1. Telkom (TLKM)                                        Rp 137,081 triliun (-33%)
  2. Bank Central Asia (BBCA)                         Rp 78,896 triliun (-11,5%)
  3. Unilever Indonesia (UNVR)                        Rp 61,040 triliun (+18,5%)
  4. Bank Rakyat Indonesia (BBRI)                  Rp 54,221 triliun (-39,9%)
  5. Perusahaan Gas Negara (PGAS)                Rp 42,719 triliun (-38,7%)
  6. Astra Internasional (ASII)                        Rp 42,706 triliun (-61,4%)
  7. Bank Mandiri (BMRI)                                Rp 42,333 triliun (-41,3%)
  8. HM Sampoerna (HMSP)                            Rp 35,502 triliun (-43,4%)
  9. Indosat (ISAT)                                       Rp 30,425 triliun (-35,3%)
  10. Semen Gresik (SMGR)                             Rp 24,169 triliun (-27,2%)
  11. International Nickel Indonesia (INCO)        Rp 19,077 triliun (-80,1%)
  12. Bank International Indonesia (BNII)          Rp 18,260 triliun (+33%)
  13. Bumi Resources (BUMI)                           Rp 18,046 triliun (-84,5%)
  14. Indocement Tunggal Prakarsa (INTP)        Rp 15,828 triliun (-47,6%)
  15. Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA)     Rp 15,552 triliun (-43,8%)
  16. Bank Danamon (BDMN)                           Rp 137,081 triliun (-33%)
  17. Adaro Indonesia (ADRO)                         Rp 15,513 triliun (-55,9%)
  18. Astra Agro Lestari (AALI)                        Rp 15,425 triliun (-65%)
  19. United Tractors (UNTR)                           Rp 14,634 triliun (52,9%)
  20. Lippo Karawaci (LPKR)                             Rp 13,496 triliun (+13%)
  21. Bank Panin (PNBN)                                  Rp 12,190 triliun (-10,2%)
  22. Indo Tambangraya Megah (ITMG)             Rp 11,855 triliun (-44,5%).

Total nilai kapitalisasi pasar 22 emiten ini sebesar Rp 734,484 triliun atau turun 44% dari tahun 2007 yang sebesar Rp 1.311,440 triliun. Ke-22 emiten ini menguasai 70% kapitalisasi pasar di BEI. Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sendiri telah anjlok 51,1% dibanding akhir tahun 2007.

(ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads