Rupiah Butuh Penyegar

Rupiah Butuh Penyegar

- detikFinance
Selasa, 30 Des 2008 08:06 WIB
Rupiah Butuh Penyegar
Jakarta - Rupiah memerlukan insentif segar untuk menutup tahun 2008 ini di zona positif. Namun tipisnya perdagangan valas justru akan membuat rupiah rawan mengalami tekanan jika ada transaksi beli dolar AS sedikit saja.

Pada perdagangan valas pukul 07.55 WIB, Selasa (30/12/2008) rupiah ada di posisi 11.218 per dolar AS dan ditransaksikan di kisaran 11.215-11.221 per dolar AS. Posisi rupiah pagi ini terkoreksi dibanding Jumat pekan lalu yang ada di level 11.175 per dolar AS.

Investor banyak yang bersikap wait and see sambil menunggu arah rupiah di awal tahun yang kemungkinan cenderung menguat karena prediksi terjadinya deflasi di bulan Desember 2008.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi naiknya lagi harga minyak yang kini ke level US$ 40 per barel dipicu konflik Hamas-Israel akan menjadi sentimen negatif jika terus berkelanjutan. Harga minyak yang tinggi akan membuat biaya valas impor minyak bertambah.

Sementara mata uang dolar AS menguat terhadap euro di tengah tipisnya perdagangan. Pasar valas bergerak sangat volatil karena kekhawatiran meningkatnya eskalasi perang Hamas dan Israel dan dampaknya terhadap dunia.

Euro pada penutupan perdagangan Senin waktu AS (29/12/2008) melemah di 1,3957 dolar AS dibanding Jumat pekan lalu di posisi 1,4025. Sedangkan terhadap mata uang Jepang, dolar AS terkoreksi ke 90,58 yen dibanding Jumat pekan lalu 90,78 yen.          

(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads