Demikian disampaikan Dirut BEI Erry Firmansyah usai bertemu dengan Menkeu Sri Mulyani di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (30/12/2008).
Menurut Erry, sektor infrastruktur diperkirakan bisa bertahan karena biasanya bunga pinjaman untuk proyek infrastruktur menggunakan bunga tetap (flat). Sehingga meski likuiditas dunia kini seret, proyek-proyek infrastruktur masih bisa berjalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan aktivitas di sektor perbankan diperkirakan bisa tetap bergulir seiring ekspektasi BI Rate ke depan yang akan menurun.
"Ke depan kan BI Rate diperkirakan turun, jadi dengan bunga yang menurun, maka perbankan masih bisa," katanya.
Erry juga memperkirakan dengan menurunnya harga komoditas yang berpengaruh ke harga consumer goods, maka daya beli masyarakat juga meningkat. Keadaan ini membuat perusahaan-perusahaan consumer goods berpeluang besar untuk ekspansif.
Sementara untuk sektor pertambangan, diperkirakan memang masih akan cukup dominan, namun akan terpengaruh penurunan harga komoditas.
"Pertambangan dan komoditas masih besar, tapi kan harga sudah murah, tidak seperti dulu lagi," katanya.
Erry menambahkan, kondisi pada semester pertama di 2009 masih lumayan walau ada sedikit penurunan karena pengaruh krisis ekonomi dunia. Namun pada semester dua diperkirakan pasar akan kembali unjuk gigi.
(lih/qom)











































